Dark/Light Mode

PUPR Harap Pompa Ancol Sentiong Bisa Atasi Banjir Jakarta

Selasa, 4 Mei 2021 23:33 WIB
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S Atmawidjaja
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S Atmawidjaja

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pompa ini diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir di kawasan metropolitan Jakarta.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S Atmawidjaja mengatakan, penanganan banjir Jakarta dikerjakan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. 

"Di hulu terdapat dua bendungan kering yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang Insya Allah selesai akhir tahun 2021," kata mantan  Kepala Biro Komunikasi Publik PUPR  dua periode ini di proyek pembangunan Pompa Air Sentiong, Selasa (4/5).

Selanjutnya, pada bagian tengah, Endra menjelaskan sudah dilakukan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 33 km yang saat ini selesai 16 km. Direncanakan pada tahun 2021 akan bertambah sepanjang 1,6 km. 

Baca Juga : Matakin: Pancasila Harta Yang Disia-siakan

Sedangkan untuk kawasan hilir, lanjut Endra, terdapat pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong untuk mengurangi resiko banjir yang kerap menggenangi 3 kecamatan di Jakarta yakni  Kecamatan Tanjung Priok,  Pademangan, dan Kemayoran. 

Metode pengendalian banjir Pompa Sentiong dilakukan dengan memompa air Kali Sentiong ketika elevasinya tinggi dan mengalirkannya kembali ke Teluk Jakarta. 

"Ini kan daerah rendah, jadi kalau air di Teluk Jakarta itu tinggi masih bisa kita pompa. Dengan adanya pompa kita masih bisa dorong air ke laut sehingga tidak tersumbat di tengah," ujar Endra. 

Endra menambahkan, fungsi Pompa Ancol-Sentiong digunakan untuk penanganan yang sifatnya emergency, misalnya dilakukan pada Underpass Kemayoran yang sempat tergenang pada awal tahun 2020. 

Baca Juga : Mensos Bersama Menteri PMK Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Di NTT

"Kasus seperti itu kita tangani dengan pompa-pompa dan Alhamdulillah tahun ini tidak ada genangan lagi," klaim Endra. 

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Andri  Rachmanto mengatakan, di Jakarta Utara ketinggian tanahnya rendah dan landai sehingga wilayah ini rawan mengalami banjir rob akibat pasang air laut dan menjadi muara dari aliran air yang semuanya ke wilayah Jakarta Utara. 

"Aliran sungai di wilayah ini sering terkendala oleh pasang surutnya air laut dari Laut Jawa. Dengan adanya pompa ini kita bisa menjaga elevasi air di tiga kecamatan Jakarta Utara, sehingga ketiga kecamatan tersebut bisa terlindungi dari pasang air laut," tutur Andri.

Seperti diketahui, Pekerjaan Pembangunan Stasion Pompa Ancol-Sentiong terbagi dalam 3 Zona yakni Zona A berupa pemancangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang 272.89 meter sisi kiri (utara), pemancangan CCSP sepanjang 266.41 meter sisi kanan (selatan), dan pengerukan sepanjang 332.89 meter alur sungai. 

Baca Juga : PKB Sebut Keputusan MK soal Syarat Verifikasi Parpol Sudah Bijak

Untuk Zona B berupa rumah pompa dengan pompa banjir tipe submersible  sebanyak 5 buah masing-masing berkapasitas 10 m3 per detik.

Selanjutnya, Zona C berupa, pemancangan CCSP sepanjang 653.17 meter sisi kiri (utara), pengerukan sepanjang 257.11 meter alur sungai, dan pemasangan tetrapod di sisi hilir sepanjang 25 meter.

Pembangunan Stasiun Pompa Ancol- Sentiong dikerjakan oleh kontraktor  PT Wika (Wijaya Karya) – Jaya Konstruksi KSO senilai Rp 437,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) – Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2020 – 2020. Saat ini, progres pekerjaannya baru mencapai 3,9 %, diharapkan akan rampung pada 14 Oktober 2022.[MFA]