Dark/Light Mode

Dorong Konsumsi, Mendag Luncurin BBI

Kamis, 6 Mei 2021 12:39 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya mengerek pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya dengan mendorong konsumsi masyarakat, melalui program Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Pemerintah meluncurkan hari Bangga Buatan Indonesia (BBI), pada 5 Mei 2021 dengan rangkaian kegiatan sampai 13 Mei 2021. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers Perkembangan dan Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (6/5).

Bukan hanya Lutfi, menteri yang terkait program BBI ini juga ikut hadir menjadi narasumber. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki.

Baca juga : Kementan Dorong Petani Muda Dengan Sentuhan Smart Farming

Dijelaskan Lutfi, program ini merupakan salah satu upaya mendorong sektor konsumsi, terutama produk lokal. Tak tanggung-tanggung, untuk mensukseskan program BBI, pemerintah bekerja sama degan 72 pelaku usaha loka pasar untuk mengampanyekan produk-produk unggulan dalam negeri.

Untuk diketahui, pada halaman utama loka pasar, nantinya ditampilkan produk-produk Indonesia yang mendapatkan subsidi ongkos kirim. Hal menarik lainnya, juga akan diberikan untuk menambah minat masyarakat berbelanja.

"Akan ditambah juga diskon lain untuk memacu konsumsi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah akan menyebarluaskan informasi ini untuk memastikan masyarakat dapat mengetahui program ini dengan target pembelanjaan masyarakat sebesar 11,5 triliun dolar AS," ungkapnya.

Baca juga : Larang Mudik, Menag: Pemerintah Ingin Lindungi Warga

Meski terus dikerek, sebenarnya konsumsi secara keseluruhan mulai menunjukkan perbaikan. Indikator ini sejalan dengan pertumbuhan impor berkualitas dan penyerapan tenaga kerja untuk kegiatan manufaktur. Tren positif ini tercermin dari pembelian dan industri kendaraan bermotor yang menunjukkan perbaikan.

"Progam pemerintah dalam pemberian kemudahan dan penurunan pajak barang mewah untuk kendaraan bermotor dan properti menunjukkan hasil yang menjanjikan. Untuk itu, pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, dengan dimotori konsumsi akan berjalan dengan baik," cetus Lutfi.

Nggak percaya? Pada kuartal I 2021 saja, neraca perdagangan menunjukkan tren positif. Pada periode ini, neraca perdagangan surplus 5,52 miliar dolar AS. Nilai ini berasal dari total ekspor sebesar 48,90 miliar dolar AS, atau tumbuh 17,11 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor, tercatat 43,38 miliar dolar AS, atau naik 10,76 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga : Kemenperin Dorong Sektor Farmasi Terapkan Industri 4.0

Dijelaskan Mendag, pada periode tersebut, ekspor nonmigas tercatat 46,25 persen atau tumbuh 17,14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impornya hanya 38,25 miliar dolar AS, atau naik 13,06 persen. Secara bulanan, ekspor nonmigas pada Maret 2021 tercatat 17,45 miliar dolar AS, naik 21,21 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sedangkan impornya, tercatat sebesar 14,51 miliar dolar AS, atau naik 21,30 persen dari bulan sebelumnya. Secara kumulatif, ekspor pada Maret 2021 tercatat 18,35 miliar dolar AS, naik 20,31 persen dari bulan sebelumnya. Sementara impor tercatat 16,79 miliar dolar AS, naik 26,55 persen dari bulan sebelumnya.

"Komoditas penyumbang surplus non-migas antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati, besi dan baja, serta kendaraan dan bagiannya. Diharapkan dengan ekspor yang menunjukkan perbaikan, bahkan pada Maret ini yang merupakan tertinggi dalam sejarah Indonesia, perbaikan ekonomi Indonesia semakin meningkat," pungkas Lutfi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.