Dark/Light Mode

Ini Kesiapan Pemerintah Dalam Penanganan Covid Jelang, Selama, Dan Setelah Idul Fitri 2021

Senin, 10 Mei 2021 19:34 WIB
Menko Perekonomian/Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/5). (Foto: Setkab)
Menko Perekonomian/Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/5). (Foto: Setkab)

 Sebelumnya 
Penjagaan dari Sisi Kesehatan

Menjelang Idul Fitri, Kemenkes sudah menyiapkan berbagai kemungkinan dengan meningkatkan kapasitas TT dari RS, juga menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan obat-obatan yang cukup.

Kemenkes juga akan mendistribusikan obat-obatan ke daerah, yang masih kurang stoknya. Sehingga, setelah Idul Fitri akan mencukupi kebutuhan.sekiranya jumlah kasus aktif meningkat.

Rinciannya, kapasitas TT RS Nasional untuk TT Rawat Insentif (22.042), TT Umum (367.129), jadi total 389.171. TT khusus Covid-19 yaitu TT Rawat Insentif (7.539), TT Isolasi (65.255), sehingga totalnya 72.794.

Baca juga : Juni, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid Capai 1 Juta

“Persiapan sudah dilakukan, tapi saya berdoa semoga (kemungkinan buruk) itu tidak terjadi. Jadi yang status sekarang, masih ada kapasitas tempat tidur RS secara umum masih 2 kali lipat di atasnya. Sehingga, kalau sampai jumlah kasus aktif meninggi lagi, masih ada kapasitas TT RS yang bisa dikonversi menjadi fasilitas Covid-19,” ujar Menkes.

Untuk perkembangan vaksinasi, hingga 9 Mei 2021, sudah mencapai lebih dari 21,99 juta dosis. Naik cukup signifikan pada Ramadan ini.

Kapasitas vaksinasi sudah mencapai 500 ribu per hari, dan akan terus diakselerasi untuk percepatan mencapai herd-immunity.

“Memang, ada penurunan jumlah yang divaksin pada April lalu karena stoknya terbatas. Tapi stok akan naik lagi pada Mei ini. Karena itu, saya imbau kepada aparat di daerah untuk menggenjot lagi proses vaksinasi. Sehingga mencapai angka 1 juta penyuntikan per bulan, pada Juni 2021," tutur Menkes.

Baca juga : Warga Diramal Serbu Mall Jelang Idul Fitri

Menkes  mengapresiasi Bali, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta, yang paling tinggi dalam jumlah capaian vaksinasi lansianya.

“Jadi, kami akan berikan lagi untuk suntikan golongan masyarakat umum. Untuk daerah lain semoga juga termotivasi, segera selesaikan penyuntikan lansianya. Kami akan segera buka untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Untuk vaksin Gotong Royong, saat ini tersedia 500 ribu dosis dari total kontrak 7,5 juta dosis Sinopharm, yang akan dipenuhi hingga September 2021.

Harga yang ditentukan adalah Rp 375 ribu per dosis (Rp500 ribu termasuk distribusi dan penyuntikan).

Baca juga : Ekonomi Minus, PKS Minta Pemerintah Perbaiki Kinerja Penanganan Pandemi

Selain itu, juga ada vaksin Cansino sudah binding 5 juta dosis. Prioritas penerima vaksin adalah masyarakat di zona merah, dan perusahaan/sektor yang menunjang pertumbuhan ekonomi, padat karya dan yang berisiko penularan tinggi. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.