Dark/Light Mode

Mahfud MD Beberkan Sejarah Hari Lahir Pancasila

Selasa, 1 Juni 2021 15:48 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni secara virtual bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Instagram @mohmahfudmd)
Menko Polhukam Mahfud MD saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni secara virtual bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Instagram @mohmahfudmd)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerangkan sejarah hari lahir Pancasila. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, Hari Lahir ideologi bangsa ini ditetapkan diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Setiap tahun, Hari Lahir Pancasila selalu menjadi polemik dan perdebatan. Apalagi kalau bukan waktu lahirnya falsafah hidup berbangsa dan bernegara ini.

Kata Mahfud, semua versi tanggal Hari Lahir Pancasila benar adanya. Tergantung darimana sudut pandang orang yang menilai.

Berita Terkait : Erick: Amalkan Pancasila dengan Bersatu

Diuraikan Mahfud, lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 adalah lahirnya nama dan uraian substansi Pancasila. Sementara pada tanggal 22 Juni 1945, adalah lahirnya rumusan redaksi dan urutan Pancasila dengan 7 kata pada sila pertama salam Piagam Jakarta.

"Sememtara tanggal 18 Agustus 1945, lahirnya Pancasila secara resmi-konstitusional dengam mengganti 7 kata," kicau Mahfud dalam akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Selasa (1/6).

Namun, diingatkannya, Pancasila lahir sebagai proses yang tak terpisahkan dari seluruh tanggal tersebut, 1Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945.

Berita Terkait : Peringatan Hari Lahir Pancasila Jangan Sekadar Seremonial Dan Nostalgia Sejarah

"Tinggal pilih, kalau nama dan substansi ya 1 Juni, kalau urutan dan redaksi minus 7 kata ya 22 Juni. Kalau lahir resmi pengesahan konstitusionalnya ya 18 Agustus," tandasnya.

Mahfud MD juga turut mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni secara virtual bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajaran kabinetnya.

Dalam upacara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Mahfud mengenakan pakaian khas Jawa lengkap dengan beskap berwarna emas dan blangkon hitam berkelir senada dengan beskap.

Berita Terkait : BPIP Ajak ASN Dan Masyarakat Meriahkan Harlah Pancasila

"Indonesia merdeka dirajut dalam sebuah ideologi bernama Pancasila. Ideologi ini adalah kesepakatan tentang nilai-nilai falsafah negeri yang dijadikan pedoman bersama sebagai sebuah bangsa," tulis Mahfud MD dalam Instagram @mohmahfudmd.

Sementara Presiden Jokowi sebagai pemimpin upacara ini mengenakan pakaian adat dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan berupa jas hitam, ditambah sarung tenun hijau yang melingkar di pinggang dan tutup kepala senada dengan kain.

"Interaksi antardunia semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal, untuk merambah ke semua pelosok Indonesia ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi," tegas Presiden Jokowi dalam arahannya. [FAQ]