Dark/Light Mode

Menhub Klaim Pergerakan Logistik Nasional 7 Persen

Kamis, 10 Juni 2021 20:41 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Ost)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Ost)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pergerakan logistik nasional mengalami pertumbuhan sekitar 7 persen pada triwulan I 2021 ini dibandingkan tahun lalu.

"Alhamdulillah, pergerakan logistik kita pada tahun ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik tetap berjalan baik di masa pandemi. Semoga ke depannya trennya semakin baik dan dapat membantu upaya pemulihan ekonomi nasional," katanya dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis.

Budi Karya mengatakan transportasi laut menjadi andalan bagi angkutan logistik. Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan bersama-sama dengan pemangku kepentingan terkait terus berupaya meningkatkan kinerja transportasi laut untuk mendukung kelancaran angkutan logistik dan menurunkan biaya logistik.

Berita Terkait : Menpora Yakin Penerapan Sport Science Bangkitkan Olahraga Nasional

"Kami bersama stakeholder terkait terus berupaya menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyebabkan kinerja logistik belum optimal, seperti kelangkaan kontainer, dwelling time, adanya kemacetan di area pelabuhan, dan masalah pelayanan kepelabuhanan lainnya," ujarnya.

Menhub menjelaskan, sejumlah upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, di antaranya dengan meningkatkan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan terkait, melakukan integrasi dan digitalisasi sistem perizinan dan pelayanan kepelabuhanan.

Serta terus membangun infrastruktur pelabuhan yang terhubung dengan kawasan-kawasan industri, ekonomi khusus, maupun dengan kawasan terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan (3 TP).

Berita Terkait : BKS Genjot Percepatan Pembangunan Dan Optimalisasi Pelabuhan Patimban

"Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan logistik nasional dan diharapkan dapat meningkatkan indeks kinerja logistik di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing logistik Indonesia dengan negara lain," katanya.

Lebih lanjut, Menhub menuturkan Kemenhub juga terus mengoptimalkan program tol laut yang menjadi program strategis pemerintah untuk menghilangkan disparitas harga antarwilayah di Indonesia. Sejak 2015, jumlah trayek tol laut terus mengalami peningkatan hingga saat ini memiliki 30 trayek.

Jumlah trayek tersebut diiringi dengan penambahan jumlah pelabuhan dan kapal dengan melibatkan 106 pelabuhan, yang terdiri atas 9 pelabuhan pangkal dan 97 pelabuhan singgah. Kemenhub terus berupaya mengoptimalkan layanan tol laut, dengan fokus meningkatkan volume muatan balik yang selama ini belum maksimal.

Berita Terkait : BGR Logistics Gaet VIDA Permudah UMKM Jadi Mitra Warung Pangan

"Kami selalu mendengarkan masukan dari berbagai stakeholder dan terus menyosialisasikan ke para kepala daerah untuk memanfaatkan tol laut ini untuk mengirimkan komoditas unggulan di daerahnya masing-masing. Diharapkan ke depannya muatan balik tol laut akan semakin optimal dan kinerja transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi logistik semakin baik," pungkas Menhub Budi. [EFI]