Dark/Light Mode

Urusan Corona Banyak Kerja, Urusan Pilpres Sedikit Bicara

Emil: Dalam Politik, Semua Kawin Paksa

Jumat, 11 Juni 2021 07:55 WIB
Tangkapan layar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi narasumber Forum Group Discussion (FGD) Rakyat Merdeka, Kamis (10/6) malam. (Foto; Istimewa)
Tangkapan layar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi narasumber Forum Group Discussion (FGD) Rakyat Merdeka, Kamis (10/6) malam. (Foto; Istimewa)

 Sebelumnya 
Agar tak terjadi ledakan kasus, eks Wali Kota Bandung ini menetapkan status siaga 1. Ia juga menyiapkan berbagai strategi. Misalnya, menjaga tingkat keterisian rumah sakit di bawah 70 persen. Caranya, menambah jumlah kasur setiap kali ada peningkatan kasus.

Hasilnya cukup baik. Kata dia, tingkat kesembuhan di Jabar sangat tinggi, yaitu 92, persen, sementara angka kematian di angka 1,3 persen. Jadi 99,6 persen pasien Covid-19 sembuh dan dalam proses penyembuhan.

Menurut Emil, di banding provinsi kiri-kanan, tingkat kematian pasien Covid di Jabar termasuk paling rendah. Hanya sekitar 1 persen atau sekitar 4.500 pasien.

Berita Terkait : Emil Seperti Bunga Yang Sedang Mekar

“Ini yang terus kita tingkatkan, terus kita pertahankan dan kita coba perbaiki lagi,” ujarnya.

Strategi lain, kata Emil, melakukan testing dan tracing secara massif ke basis-basis yang terjadi peningkatan kasus. Ia juga bekerja sama dengan WHO memperkuat basis puskesmas untuk melakukan tes dan pelacakan kasus. Caranya dengan menambah tenaga kesehatan yang bekerja full time menangani covid.

“Kami tambahkan sekitar Rp 80 miliar untuk penguatan ini,” ungkapnya.

Berita Terkait : Emil Tak Seperti Anies Dan Ganjar

Cara lain yaitu melakukan karantina berbasis RT-RW. Tujuannya, agar satu kota tak dikarantina. Cara ini lumayan berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi Jabar. “Provinsi lain masih minus. Alhamdulillah, bulan depan kita sudah melewati angka nol,” ungkapnya.

Terakhir, adalah menggeber vaksinasi. Soal ini, Emil mengaku masih ada tantangan. Kalau dihitung jumlah orang yang divaksin, dia bilang sudah tinggi. Namun, kalau dibanding jumlah penduduk Jabar yang 50 juta prosentasenya masih ketinggalan.

“Karena faktor pembaginya 50 juta. Jadi agak keteteran,” ucapnya.
 Selanjutnya