Dark/Light Mode

Jangan Nunggu Sekarat, Gejala Berat Kudu Dibawa Ke RS Ya

Minggu, 25 Juli 2021 09:03 WIB
Penanganan pasien Covid-19. (Foto: Antara)
Penanganan pasien Covid-19. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim, terjadi tren penurunan penambahan kasus sejak minggu pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pensiunan Jenderal TNI bintang empat ini memaparkan, tren penurunan kasus positif itu terjadi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Menurutnya, sebagian besar wilayah telah melewati puncak kasus dan mulai mengarah menurun. “Tren penurunan mobilitas dan aktivitas tetap harus dipertahankan,” imbau Luhut, kemarin. 

Berita Terkait : Pasien Corona Gejala Berat Bisa Dirawat Di Asrama Haji

Hal ini, lanjutnya, perlu dilakukan karena angka kematian masih relatif tinggi. Karena itu, dia meminta semua kepala daerah di wilayah Jawa dan Bali untuk terus memperketat, dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan. Langkah mitigasi yang dilaksanakan oleh salah satu pabrik rokok di Kudus, Jawa Tengah, jelas Luhut, dapat ditiru oleh wilayah lain. 

“Mungkin yang dilakukan di pabrik itu bisa jadi model, di mana industri sudah jalan dua shift tapi protokol kesehatan tetap dijalankan,” jelas mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia ke-13 ini. 

Berita Terkait : Nyeri Pinggang Ciri Umum Sakit Ginjal, Perlu Diwaspadai

Luhut juga menyoroti penanganan pasien yang melakukan isolasi mandiri. Sebab, umumnya yang dibawa ke rumah sakit sudah pada level yang parah. 

Hal senada diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Berdasarkan laporan yang diperolehnya melalui kontak telepon dengan beberapa dokter perawat pasien Covid-19, pasien yang dibawa ke RS sudah dalam kondisi parah. Pasien yang tidak tertolong itu umumnya masuk RS sudah terlambat, saturasi oksigennya hanya 70 atau 80. Sedangkan, masa inkubasi dan masa sakit penderita Covid-19 Varian Delta ini relatif cepat. 

Berita Terkait : Anies Keras Ke Luar Keras Juga Ke Dalam

Karena itu, eks Direktur Utama Bank Mandiri ini akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melengkapi fasilitas oximeter. “Kalau saturasinya masih di atas 94 itu masih aman untuk melakukan isoman di rumah. Dengan catatan, tidak bergejala. Tetapi kalau bergejala dan saturasinya di bawah 94, harus segera dirawat di lokasi isoter atau RS yang memiliki fasilitas alkes dan nakes,” imbaunya. [DIR]