Dark/Light Mode

Copot Anak Buah Yang Nongkrong Saat Tugas

Anies Keras Ke Luar Keras Juga Ke Dalam

Minggu, 11 Juli 2021 07:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat apel pemecatan dan pencopotan pangkat petugas Dishub DKI di halaman Balai Kota Jakarta, Jumat (9/7/2021). (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat apel pemecatan dan pencopotan pangkat petugas Dishub DKI di halaman Balai Kota Jakarta, Jumat (9/7/2021). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak main-main menindak semua pihak yang melanggar pelaksanaan PPKM Darurat. Tak hanya keras ke luar, Anies juga sangat keras ke dalam. Buktinya, setelah menyegel ratusan kantor yang nakal, Anies juga mencopot anak buah yang dianggap lalai tangani Corona.

Ada 8 anak buah Anies yang dicopot dari jabatannya. Semuanya berasal dari Dinas Perhubungan. Mereka ketahuan nongkrong di Warung Kopi, pada Kamis (8/8) malam, sambil melepas masker, merokok dan menyeruput kopi. Padahal, saat kejadian, DKI sedang memberlakukan PPKM Darurat. Video itu kemudian viral dan menuai kecaman publik.

Berita Terkait : Tengah Malam Ini, Polda Metro Jaya Tutup Akses Keluar Masuk Jakarta

Tak sampai 24 jam, delapan petugas Dishub DKI itu, langsung dipecat Anies. Apel pemecatan dan pencopotan pangkat petugas Dishub DKI itu, dilakukan di halaman Balai Kota Jakarta, Jumat (9/7) sore. Satu per satu pangkat mereka pun dicopot oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Usai apel, Anies mengatakan, sanksi tegas diberikan lantaran para oknum itu tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Padahal, mereka merupakan abdi negara yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Berita Terkait : Sudah Saatnya Anies Menarik Rem Darurat

“Ini pesan kepada semua, bila anda melakukan pelanggaran, bila anda bertindak tidak patut, sementara anda membawa atribut negara, maka atributnya dilepas dan ikatan kerjanya dihentikan,” kata Anies.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk taat dan disiplin dalam menjalankan aturan. Terlebih, pemerintah saat ini tengah berupaya menekan laju penularan Covid-19 lewat kebijakan PPKM Darurat.

Berita Terkait : Ferdinand Hutahaean Dorong Kapolri Sikat Pungli Dan Premanisme Di Luar Pelabuhan

“Apalagi oleh pribadi-pribadi yang bekerja, yang bergerak atas nama negara,” tambahnya, menjelaskan.

Di tempat yang sama, Syafrin Liputo mengatakan pihaknya mengetahui kedelapan mantan anak buahnya nongkrong di warkop dari video yang viral di medsos. Kemudian, pihaknya melakukan pemeriksaan internal. Hasilnya, kedelapan petugas ini mengakui perbuatannya.
 Selanjutnya