Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSP Kawal Percepatan Program Vaksinasi Bagi Pekerja Migran Indonesia

Jumat, 13 Agustus 2021 20:59 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong dan mengawal percepatan program vaksinasi bagi para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik yang akan diberangkatkan ke negara tujuan maupun yang akan kembali ke Tanah Air.

Berdasarkan laporan dari tim verifikasi lapangan KSP yang memantau penanganan Covid-19 di beberapa kawasan di Kalimantan Utara, sejumlah PMI yang proses kepulangannya ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) di Nunukan masih kesulitan untuk bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Menanggapi laporan ini, Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas Senin lalu (9/8) telah menunjuk KSP, untuk mengkoordinasikan urusan pemberian vaksinasi bagi CPMI dan PMI dengan BP2MI.

Berita Terkait : Pembangunan Infrastruktur Untuk Percepatan Vaksinasi Perlu Digenjot

“Pelaksanaan vaksin tidak dapat dilepaskan dari usaha pencapaian target penempatan dan perlindungan PMI, dalam RPJMN. Perluasan penempatan ini memiliki tantangan berbeda pada setiap negara, pada setiap jenis pekerjaan, dan dinamis seiring berjalannya waktu,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pada saat rapat koordinasi dengan Kepala BP2MI di Ruang Rapat Utama, Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat (13/8).

Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Dirjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Tenaga Kerja, Sekjen Kementerian Kesehatan, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Asosiasi Perusahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), dan Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPATAKI) hadir dalam rapat virtual tersebut.

Pada kesempatan itu, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto menekankan perlunya mengantisipasi potensi kepulangan sekitar 70 ribu PMI dari Malaysia, hingga akhir tahun.

Berita Terkait : Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Masa Depan Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Moeldoko minta hal itu harus menjadi perhatian sejumlah K/L yang terlibat.

“Kita harus bisa memastikan, apakah mereka sudah mendapatkan vaksin atau belum,” ujar Moeldoko.

Berdasarkan data dari BP2MI, setiap tahunnya pada masa sebelum pandemi, Indonesia memberangkatkan lebih dari 200 ribu orang PMI.

Berita Terkait : Erick Thohir Tegaskan Komitmen BUMN, Dukung Pekerja Migran Indonesia

Sejak tahun lalu, jumlahnya menurun. Tahun 2020, PMI yang berangkat sekitar 113 ribu orang, dan pada tahun 2021 sampai dengan bulan Juni, yang PMI berangkat hanya sekitar 36 ribu orang.

Untuk kepulangan, sejak Januari 2021 sampai dengan Mei 2021, tercatat sekitar 86 ribu orang PMI pulang ke Indonesia.

Sedangkan PMI yang habis kontraknya dari bulan Juni – Juli, berjumlah sekitar 39 ribu orang yang akan kembali ke Tanah Air.
 Selanjutnya