Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harap Kompetensi Jurnalis Ditingkatkan
Mahfud MD: Pers Mitra Strategis Pemerintah
Jumat, 20 Agustus 2021 16:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan, kemerdekaan pers di era pasca reformasi memiliki landasan yang semakin kuat. Karena kekuasaan pemerintah adalah residu dari hak asasi dan demokrasi.
"Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah diberi sisanya, sedikit, untuk mengatur. Nah, era ini menjadi tantangan baru bagi kemerdekaan pers tanah air," ujar Mahfud MD di hadapan 30 ahli pers dari Dewan Pers dalam diskusi yang berlangsung daring Jumat (20/8).
Di era sekarang, lanjut Mahfud, khususnya sesudah amandemen UUD 1945, kekuasaan pemerintah hanyalah merupakan residu dari hak asasi. Jika dulu sebelum reformasi, yang terjadi sebaliknya, hak asasi merupakan residu dari pemerintah.
"Kalau dulu, wartawannya ditangkap, dulu ada istilah bredel, ada blackout, kemudian dilarang membeli kertas kepada pemerintah. Itu dulu. Di zaman reformasi kita ubah, mengambil semua konvensi PBB tentang hak asasi," tutur Mahfud.
Dalam konteks saat ini, terhadap peran pers sebagai lembaga yang melakukan kontrol sosial, pemerintah sangat mengharapkan pers tetap melakukan tugas itu dengan baik.
"Karena itu, pers adalah mitra strategis pemerintah. Masukan, saran, dan kritik yang disampaikan publik di media massa, adalah salah satu dasar pemerintah dalam pembuatan kebijakan," tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.
Baca juga : Tinjau Vaksinasi Bikers, Menpora Ingatkan Taat Prokes Meski Sudah Divaksin
Mahfud kemudian menyoroti beberapa tantangan pers saat ini. Antara lain perkembangan teknologi yang menjadikan pers harus terus melakukan konvergensi untuk bertahan hidup.
Dia uga berharap, agar kualitas dan kompetensi para jurnalis dan pengelola media terus ditingkatkan.
"Dengan kualitas teknis dan etik yang baik, pers kita bisa menghindari terjadinya kesalahan kutip, judul yang tidak sesuai dengan isi berita, data tidak akurat. Juga narasumber yang tidak kredibel, atau mencampurkan fakta dengan opini," harapnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya