Dark/Light Mode

Menkominfo Sebut Ekonomi Digital RI Sekitar 124 Miliar Dolar AS DI 2025

Senin, 13 September 2021 22:12 WIB
Menkominfo, Johnny G Plate
Menkominfo, Johnny G Plate

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate mengatakan, kepemimpinan digital kunci utama akselarasi transformasi nasional di era pandemi Covid-19. 

Ia menyebut, Indonesia berpotensi memiliki nilai ekonomi digital sebesar 124 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2025.

Saat ini, laju arus digitalisasi yang terjadi begitu cepat memacu organisasi publik dan privat di seluruh dunia untuk melakukan perubahan yang dapat dimulai dari titik kepemimpinan digital.

"Kepemimpinan digital  salah satu kunci keberhasilan transformasi digital nasional, mengingat para pemimpin semakin dituntut untuk memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang tangkas dan relevan dengan perkembangan era digital," ujarnya dalam Pembukaan Digital Leadership Academy (DLA) yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Senin (13/9).

Menurut Menkominfo, para pemimpin baik sektor privat maupun publik sangat memerlukan pengetahuan substantif.

Berita Terkait : Menguat Tipis, Rupiah Dibuka Rp 14.263 Per Dolar AS

"Pengetahuan substantif menstimulasi pemikiran-pemikiran segar, dinamis, dan visioner, serta kesempatan untuk berinteraksi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem digital nasional maupun global," jelasnya.

Dalam sambutannya, Johnny menyebutkan ada empat tantangan bagi para pembuat kebijakan di era kepemimpinan digital saat ini, di antaranya mendorong transformasi digital sebagai perubahan cara hidup baru, memfasilitasi tata kelola e-government dan bisnis digital, menyusun kebijakan atau legislasi untuk mendukung transformasi digital, serta meningkatkan kinerja melalui penyiapan dan pengembangan SDM di bidang digital.

Oleh karenanya, perlu mendorong kesiapan pemimpin Indonesia untuk berpacu dengan perubahan di era transformasi digital.

"Kesiapan pemimpin di Indonesia dalam berpacu dengan perubahan di era transformasi digital ini perlu didorong sesegera mungkin. Terlebih, karena Indonesia berpotensi memiliki nilai ekonomi digital sebesar 124 miliar Dollar Amerika Serikat pada tahun 2025, 40 persen dari ekonomi digital ASEAN, terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya," ujarnya.

Kementerian Kominfo katanya, telah menyiapkan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 sebagai pedoman strategis dalam melaksanakan agenda transformasi digital nasional.

Berita Terkait : Genjot Ekonomi Syariah Digital, BI DKI Jakarta Gelar Jakreatifest

"Peta jalan tersebut dirancang untuk diimplementasikan pada empat sektor strategis, seperti Infrastruktur Digital (Digital Infrastructure), Pemerintahan Digital (Digital Governance), Ekonomi Digital (Digital Economy) dan Masyarakat Digital (Digital Society)," jelasnya.

Sedangkan dalam mewujudkan pengembangan masyarakat digital, Kementerian Kominfo memiliki tiga tingkatan pengembangan SDM.

Dimulai dari tingkat kecakapan dasar  melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Kominfo pun menargetkan, pelatihan literasi digital bagi 12,5 juta peserta setiap tahunnya, dari tahun ini sampai tahun 2024 mendatang.

Pada tingkat kecakapan menengah, Kominfo menghadirkan Program Digital Talent Scholarship (DTS) yang memfasilitasi program upskilling maupun reskilling di bidang digital bagi 100.000 peserta di seluruh Indonesia di tahun 2021.

"Mulai tahun depan hingga tahun 2024, target akan ditingkatkan menjadi 200.000 peserta setiap tahunnya," paparnya.

Berita Terkait : Telkom Optimis Ekonomi Digital Tumbuh 8 Kali Lipat Di 2030

Pada tingkat kecakapan lanjutan (advanced), Menteri Johnny menjelaskan, program Digital Leadership Academy (DLA) yang merupakan program pelatihan unggulan sebagai manifestasi dari kerja sama triple helix antara unsur Pemerintah, pelaku bisnis, serta akademisi, dalam mendorong akselerasi transformasi digital di Indonesia.

"Pelatihan ini berfokus untuk meningkatkan kepemimpinan digital sebagai titik kritikal dalam mendorong akselerasi transformasi digital nasional", jelasnya. [MFA]