Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Pastikan Pasokan Jagung Ke Perusahaan Pakan Normal

Rabu, 29 September 2021 16:41 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pabrik pakan ternak milik PT Charoen Pokphand (CP) di Tangerang, Banten, Senin (27/9)/Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pabrik pakan ternak milik PT Charoen Pokphand (CP) di Tangerang, Banten, Senin (27/9)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi dua pabrik pakan ternak yang ada di Banten, Senin (27/9). Dua pabrik pakan itu adalah PT Japfa Comfeed Indonesia dan PT Charoen Pokphand (CP) Indonesia. 

Di sana, Syahrul yang didampingi jajarannya memastikan dua perusahaan pakan tersebut menyerap jagung dari petani dan stoknya tercukupi.

Di CP, Syahrul melihat langsung unit pengolahan yang ada. Dalam setahun, CP membeli sebanyak 2,5 juta ton jagung dari petani.

"Tadi kita coba cek semua proses yang ada di sini. Mulai dari penerimaan sampai tracing darimana jagung itu didapatkan, dan semua berjalan normal," kata Syahrul.

Berita Terkait : Kapolri Pastikan Kesiapan Pengamanan PON XX Papua

Sementara, stok jagung yang dimiliki CP diperkirakan cukup bertahan untuk 42 hari. Setelah itu, pihak pabrik akan melakukan pengadaan pembelian jagung lagi. 

Pada kesempatan itu, Syahrul menegaskan, tidak ada gangguan antara ketersediaan dengan pihak-pihak pembeli.

"Memang ada delay time panen raya yang memungkinkan terjadinya perebutan stocking antara pedagang dan pengepul. Dinamika itu menyebabkan kontraksi pada harga," ungkapnya.

Namun, pihak Kementan sudah menghitung delay time tersebut terjadi 20 sampai dengan 30 hari. Sehingga ketika panen raya, Syahrul berharap harga tidak anjlok tapi berada pada titik keseimbangan seperti biasanya.

Berita Terkait : Mikroplastik Hanya Ditemukan Di Galon Sekali Pakai PET

Stok jagung diperkirakan bertambah. Pasalnya, beberapa sentra jagung memasuki masa panen yang akan berlangsung dari September hingga Oktober 2021.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Badan Ketahanan Pangan (BKP), stok jagung nasional pada minggu IV (20 September 2021) mencapai 2,75 juta ton.

Stok tersebut tersebar, dengan rincian 856.897 ton (31 persen) berada di pabrik pakan; 744.250 ton (27 persen) di pengepul; 423.502 ton (15 persen di agen; 288.305 ton (11 persen) di pengecer; 276.300 ton (10 persen) di usaha lain atau pakan mandiri; dan sisanya 6 persen berada di industri pangan, rumah tangga, dan lain-lain. 

Syahrul mengatakan, dia telah melakukan pengecekan dan semua dalam kondisi stabil, baik di Japfa dan Pokphand. Dua perusahaan ini menjadi barometer dalam pembelian jagung, dan industri terbesar pakan ternak.

Berita Terkait : Kementan: Pemberantasan Penyakit Rabies Harus Jadi Perhatian Bersama

"Perintah Bapak Presiden agar semua menterinya turun. Saya bertanggung jawab di produksinya. Tentu ada menteri lain yang bertanggung jawab terhadap harga dan lainnya, dan kerja sama ini harus dilakukan dengan baik,” tegas Syahrul.

Syahrul menutup dengan harapan semua happy, baik jagung dan telur harganya bagus, sehingga Industri juga bisa berkembang. Horeka dan masyarakat luas juga daya belinya kembali normal agar produk pertanian kita tidak over supply. [KAL]