Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wamenag Ajak Ormas Islam Sinergi Kampanyekan Moderasi Beragama

Sabtu, 9 Oktober 2021 15:40 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama, (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengajak ormas Islam saling sinergi kampanyekan moderasi beragama.

Ia mengatakan, Islam merupakan agama dakwah. Sejarah perkembangan dakwah di Indonesia ditopang oleh ormas-ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. 

"Umat Islam dan ormas-ormas Islam harus bahu-membahu, saling bersinergi, saling melengkapi dan menguatkan dalam mengemban tugas dakwah karena tugas dakwah adalah tugas yang mulia, yaitu membangun umat dan bangsa menjadi umat yang terbaik," ujar Wamenag dalam kuliah umum di STAI An Nawawi Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (9/10). 

Ia berharap, ormas-ormas Islam terus bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama, atau Islam yang washatiyah.

Berita Terkait : Kemendagri Ajak Gubernur Komitmen Jalankan Tugasnya

“Semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah bashariyah diharapkan menjadi platform bersama semua ormas Islam dalam melakukan dakwah dan pembangunan umat,” ucapnya. 

Menurut Zainut, umat Islam di Indonesia dalam menghidupkan dakwah dan melaksanakan amal jama'i berhimpun di dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah, lembaga pendidikan, lembaga sosial dan bermacam jam'iyyah. 

Semua simpul kekuatan umat mengambil peran dan bagian dalam pergerakan dakwah dan pembangunan masyarakat di berbagai bidang.

"Kehadiran banyak wadah dan organisasi yang menghimpun potensi umat Islam memerlukan Ukhuwah Islamiyah dan kesadaran para pemimpin dan anggotanya tentang kesatuan tujuan yang hendak dicapai," harapnya.

Berita Terkait : Kemenhub Cabut Aturan Pembatasan Penerbangan Internasional

Ia menambahkan, umat Islam pada hakikatnya adalah satu umat dan apapun perbedaannya, umat Islam tetap terikat dengan persaudaraan keislaman (ukhuwah islamiyah) dan persaudaraan setanah air dan sebangsa. 

Dalam hal ini tidak ada khilafiyah para ulama tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan.

Dijelaskan Wamenag, setiap perbedaan pendapat dan beragam kepentingan yang muncul di kalangan umat Islam maupun di antara pemimpin dan tokoh umat, tidak seyogianya menimbulkan pertentangan, apalagi pemusuhan dan perpecahan. 

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103 antara lain menegaskan; "Berpegangteguhlah kamu sekalian pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai"

Berita Terkait : Puan Makin Sering Bersama Jokowi

Menurutnya, sesama muslim dan warga bangsa wajib meningkatkan solidaritas. Solidaritas dalam arti jika sebagian umat Islam mengalami penderitaan dan kesulitan, sebagian yang lain haruslah berempati dan bergotong-royong menanggulanginya. 

"Saya mengapresiasi dukungan dan kerja sama ormas-ormas Islam, khususnya Wahdah Islamiyah terhadap program kerja Kementerian Agama selama ini. Begitupun kami, akan terus menjaga dan bahkan memperluas kerja sama dengan ormas-ormas Islam dalam pembangunan umat dan bangsa, sebagai kewajiban kita bersama dalam mewujudkan islam sebagai rahmat bagi alam semesta," tutup Wamen. [MFA]