Dewan Pers

Dark/Light Mode

Koordinasi Intensif Dengan TNI/Polri

Menko Polhukam Pelototin Situasi Papua

Senin, 1 Nopember 2021 09:50 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Ist)
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, ia masih terus memantau perkembangan situasi dan kondisi Papua khususnya di pegunungan Intan Jaya.

Pernyataan ini disampaikan untuk merespon seruan gencatan senjata antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"Selaku Menko Polhukam saya juga mengikuti terus perkembangan termasuk seruan keuskupan Timika dan LBH Papua," kata Mahfud dalam keterangannya, Senin (1/11).

Mahfud juga masih terus menerima laporan perkembangan situasi melalui alat-alat negara lainnya seperti Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengetahui apa yang terjadi sejauh ini agar dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyikapi dinamika di Indonesia bagian Timur itu.

"Saya juga terus memantau update terkini dari Polri, TNI, dan BIN," ungkap Mahfud.

Berita Terkait : Menko Airlangga Kebut Digitalisasi Pelabuhan

Kemudian, Mahfud juga sudah meminta kepada lembaga keamanan negara seperti TNI dan Polri untuk mengambil langkah-langkah terukur merespon situasi. Jangan sampai ada masyarakat sipil yang kembali menjadi korban.

"Saya juga minta aparat Polri/TNI melakukan tindakan terukur agar tidak terjadi korban masyarakat sipil," imbaunya.

Lebih lanjut, Menko Mahfud juga menegaskan bahwa secara umum standar baku TNI dan Polri dalam menghadapi dan menyikapi kelompok KKB dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Di dalam standar bakunya, aparat negara memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat sipil Papua dan Papua Barat tetap menjadi prioritas utama.

"Sebenarnya seperti masyarakat tahu, Polri dan TNI sudah sangat berhati-hati melindungi warga sipil. Tapi seperti Anda tahu, OPM itu selalu menyerang dari belang dan menjadikan warga sipil sebagai tameng dan korban," tutur mantan Ketua Mahkamah Kostitusi (MK) ini.

Berita Terkait : Menkes Minta Sumbar Genjot Vaksinasi

Mahfud yang tugasnya membidangi persoalan hukum dan keamanan di Indonesia terus berkoordinasi dengan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin untuk menyikapi berbagai persoalan yang ada di Papua.

"Kami terus berkordinasi di melalui kantor Wapres. Senin pagi kita akan rapat di bawah pimpinan Wapres. Baik berdasar Perpres Nomor 19 Tahun 2020 maupun UU Nomor 2 Tahun 2021 terkait Dewan Papua, (karena) pimpinan pembangunan di Papua adalah Wapres," terangnya.

Manfaatkan Keberadaan Presiden Di Italia

Mahfud mensinyalir, ada kelompok OPM maupun KKB kemungkinan besar sedang menggalang wacana ke luar negeri agar mereka diperhatikan oleh negara-negara di dunia. Apalagi saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Italia untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

"Kesan kami, OPM itu selalu mengambil momentum untuk menarik perhatian luar negeri. Apalagi saat ini Presiden sedang di luar negeri dan bertemu dengan tokoh-tokoh G20. OPM memanfaatkan momentum itu," sebut Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Berita Terkait : Koordinator Nol Sampah: Mikroplastik Galon Sekali Pakai Bahaya

Diingatkannya, dunia internasional justru menganggap negatif gerakan-gerakan separatis di sebuah negara, salah satunya adalah OPM dan KKB ini. Di lembaga-lembaga internasional yang resmi, masalah separatisme Papua juga tidak pernah diagendakan.

"Dunia internasional melihat Papua seperti melihat daerah-daerah lain, misalnya masalah penyelamatan lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat, bukan soal disintegrasi," tegasnya. [FAQ]