Dark/Light Mode

Top, Cakupan Vaksinasi Indonesia Sudah Lebihi Target WHO

Senin, 15 Nopember 2021 13:41 WIB
Presiden Jokowi bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menyaksikan vaksinasi di Istora Senayan. (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menyaksikan vaksinasi di Istora Senayan. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan, setiap negara sudah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal 10 persen dari populasinya pada akhir September 2021. Kemudian, minimal 40 persen pada akhir 2021.

Target tersebut sudah dilampaui Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Minggu (14/11) pukul 18:00 WIB, dari 208,2 juta sasaran, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan ke sekitar 130,3 juta orang yang menerima vaksin (62,5 persen dari sasaran) dosis pertama. Lebih dari 84,1 juta di antaranya (40,4 persen) sudah mendapatkan dosis kedua. Untuk vaksinasi ke-3/booster bagi tenaga kesehatan, sudah diberikan sebanyak 1,19 juta (81 persen).

Berita Terkait : Dongkrak Potensi Desa Indonesia, DesaKami Gelar Lomba Foto

“Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO tersebut,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi, di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (15/11).

Siti Nadia menjelaskan, pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia yang bersedia untuk divaksinasi.

Berita Terkait : SIG dan KARA Ajak Masyarakat Indonesia Peduli Lingkungan

Untuk stok vaksin Covid-19, juga masih banyak mencukupi. Per Sabtu (13/11), total vaksin yang sudah diamankan Indonesia sebanyak 342,5 juta dosis, baik dalam bentuk jadi maupun bulk. Terakhir, Indonesia menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac pada Sabtu (13/11).

Siti Nadia pun kembali mengimbau masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin, vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

Berita Terkait : KPK: Sistem Pembayaran Pajak Di Indonesia Sulit, Jadi Celah Korupsi

Dia menerangkan, vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit, dan mengurangi risiko kematian. “Akan tetapi, tidak menjadikan seseorang kebal 100 persen terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M,” pesannya. [USU]