Dark/Light Mode

Digelar Selama G20

Yuk Kunjungi, Pameran Bio-Energetic Architecture Di Kura Kura Bali

Minggu, 13 November 2022 11:12 WIB
Bangunan bio-living hibrida yang akan dipamerkan dalam Pameran Bio-Energetic Architecture. (Foto: Escape Nomade)
Bangunan bio-living hibrida yang akan dipamerkan dalam Pameran Bio-Energetic Architecture. (Foto: Escape Nomade)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam menyemarakkan gelaran G20, Escape Nomade bersama Tri Hita Karana Forum dan Island of Happiness, akan menggelar Pameran Bio-Energetic Architecture, di Kura Kura Bali, pada 14-20 November 2022. Setelahnya, barang-barang yang dipamerkan itu akan terbuka untuk umum sepanjang 21-30 November 2022.

Bio-Arsitektur merupakan sebuah seni dan ilmu merancang ruang yang terilhami dari prinsip energik alam. Pameran menampilkan bahan-bahan alami terbuat dari limbah pertanian dan produk sampingan, yang dapat membantu memperbaiki energi rumah/tempat kerja sehingga menciptakan ruangan yang lebih sehat.

“Sambil menggali secara mendalam tentang pengetahuan bangunan kuno yang didokumentasikan nenek moyang kita, kita tinggal di dalam gua-gua dan dikelilingi bebatuan dan energi alam. Sangat penting untuk membuat kita merasa memiliki keterkaitan dengan lingkungan kita di kondisi dunia yang kisruh saat ini, dengan menciptakan kediaman dan tempat kerja yang yang dapat memenuhi kebutuhan kita akan rasa bahagia, damai, dan seimbang dalam hidup. Secara ilmiah telah dibuktikan, berdasarkan prinsip arsitektur bio-energik kita akan mendapatkan keseimbangan dalam hidup saat dikelilingi oleh bahan-bahan energik alami,” ucap Mayank Barjatya, pelopor biologi bangunan dan energetika manusia, dalam tulis keterangan yang diterima RM.id, Minggu (13/11).

Untuk pameran Bio-Energetic Architecture ini, sambung Mayank, pihaknya mengembangkan sebuah bangunan bio-living hibrida dengan struktur atap, dinding, dan lantai yang terbuat dari basalt, bubur kertas daur ulang, dan diperkuat bio-epoksi alami.

Baca juga : Sambut G20, Mowilex Dukung Penataan Kembali Kawasan Pura Agung Besakih Bali

Bahan-bahan tersebut membentuk sebuah struktur hibrida yang kuat, dengan 2,5 kali lebih kuat dari baja paduan dan 1,5 kali kekuatan serat kaca. Basalt 4 kali lebih ringan dari baja, namun 2,5 kali lebih kuat. Tahan api; anti jamur; tahan air; dan bahkan anti peluru jika diminta; tahan gempa dan badai; serta memberikan perlindungan elektromagnetik (G5). “Sebuah bangunan contoh dengan bahan-bahan tersebut ditampilkan di pameran ini,” ucapnya.

Basalt merupakan batu vulkanik yang sangat dekat dari permukaan bumi daripada jenis bebatuan lainnya, dan mirip dengan basalt yang ditemukan di Venus dan Mars. Basalt adalah jenis batuan beku vulkanik gelap yang terbentuk dari pendinginan cepat lava.

“Basalt membantu menjejakkan Anda ke bumi dan sebuah media penyembuhan yang sangat baik sekali saat menghadapi perubahan hidup yang berarti. Ketika dikelilingi basalt, hal ini dapat membantumu mengatasi masa peralihan yang sulit, memberikan kepercayaan diri, stabilitas, dan dukungan. Memberikan sebuah energi transformasi bagi Anda,” terangnya.

Pameran ini juga menampilkan beberapa contoh bahan-bahan limbah pertanian yang digunakan untuk industri bangunan. Serta panel surya terbuat dari limbah pepaya dan furnitur dari jagung.

Baca juga : Jelang KTT G20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies Di Bali

Ruang Alkimia
Menurut Mayank, arsitektur bio-energik mengungkapkan bahwa seseorang adalah sebuah cerminan dari ruang hidup dirinya sendiri. Bio-energi dan geo-biologi mengukur bumi, energi manusia, dan cakra. “Sebuah pertanyaan dalam arsitektur bio-energik, yaitu ‘Apakah tanah ini baik untuk Anda bangun’,” ucapnya.

“Setelah memindai Anda dan kondisi tanah dengan H3 Gold Lecher Antenna, akan diputuskan alat, desain, bentuk, dan warna apa yang akan digunakan untuk membentuk dan memperbaiki kondisi Anda. Hal tersebut membantu menciptakan keseimbangan dan harmoni antara Anda dan tempat tinggal Anda. Memilih bahan bangunan energik dengan benar dapat memperbaiki dan menyesuaikan lahan Anda dan juga masalah pribadi Anda,” sambungnya.

Arsitektur bio-energik adalah sebuah pendekatan bagi semua penghuni bumi untuk kembali selaras dengan lingkungan alamnya.Terbukti bahwa dengan menggunakan bahan bangunan struktural energik seperti basalt sebagai pengganti baja, beton geopolimer seperti beton kenaf, atau bata Reclea yang terbuat dari fly ash akan meningkatkan kehidupan kita.

Mayank melanjutkan, penggunaan bahan-bahan ini pada arsitektur bio-energik akan mengurangi makhluk bumi dari stres yang disebabkan oleh bahan bangunan tradisional yang beracun. Sebuah pendekatan terhadap proses ilmiah untuk menciptakan kediaman dan ruang kerja yang optimal di lingkungan kita yang sudah terkontaminasi.

Baca juga : Pengunduran Diri Rajapaksa Diterima, Rakyat Sri Lanka Bersuka Cita

“Bahan-bahan bio-energik ini membantu menyeimbangkan serta menghidupkan rumah dan ruang kerja kita akan kesehatan, keselarasan, dan kebahagiaan. Bahan-bahan ini melepaskan kita dari stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Sebagian besar bahan bangunan saat ini telah meracuni kehidupan kita dan berkontribusi 76 persen terhadap penyakit tubuh kita seperti gangguan kronis, kelelahan, kepekaan, asma, alergi, masalah tidur, gugup, kesulitan belajar, kekebalan tubuh rendah, infertilitas, dan kanker,” tutupnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.