Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cerita Inspiratif Jemaah Termuda
Sejak TK, Nabung Haji dari Honor Lomba Nari
Rabu, 29 Mei 2024 08:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Selain jemaah lansia, banyak jemaah belia yang berhaji tahun ini. Ada banyak cerita inspiratif yang patut dicontoh dari para jemaah haji belia ini.
Salah satunya, cerita dari Halima Hadi Alfina (18 tahun). Gadis asal Semarang yang baru lulus dari bangku SMA ini, ikut menabung untuk biaya haji sejak masih sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK).
Alfina merupakan seorang penari sejak kecil. Dia sering diundang ke berbagai event tari. Sebagian honor hasil dari menari itu, ditabungnya.
"Sejak PAUD, saya sudah ikut sanggar tari. Honor menari saya titipkan Ibu, untuk tabungan haji," ujar Alfina, kepada tim Media Center Haji (MCH), di Masjid Nabawi, Minggu (26/5/2024).
Alfina didaftarkan haji oleh orang tuanya ketika masih TK di tahun 2009. Ketika itu, Alfina belum paham makna ibadah haji. Setelah remaja, ia baru mengerti kewajiban naik haji bagi umat Islam yang telah mampu.
Baca juga : Alfina, Jemaah 18 Tahun, Ikut Nabung untuk Haji Sejak TK dari Honor Menari
Dia pun semakin semangat menabung. Saat menabung, Alfina tidak pernah menargetkan berapa banyak yang dikumpulkan. Pokoknya, begitu dapat honor, dia tabung.
Dia juga rajin mengikuti lomba-lomba di luar tari dan sering menang. Hasil lomba itu menambah pundi-pundi tabungan hajinya.
Alfina dan keluarga seharusnya berangkat haji pada 2020. Namun, wabah Covid-19 membuat keberangkatan Alfina, kedua orang tua, dan kakak-kakaknya, tertunda hingga 2024.
Namun, hal ini membuat Alfina semakin mandiri. Dia membawa bekal yang cukup untuk berangkat haji tahun ini dari hasil keringat sendiri. Dia membeli barang kebutuhannya, seperti gamis seharga 100 riyal atau sekitar Rp 430.000, tanpa meminta orang tua. Dia juga membeli berbagai barang oleh-oleh untuk teman-temannya.
Alfina bisa sukses menabung karena disiplin dalam mengelola uang. Saat sekolah, dia tak pernah jajan di luar. Dia memilih membawa bekal dari rumah.
Baca juga : Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tertipu Tawaran Berangkat Haji Dengan Visa Non Haji
Dia juga tak terobsesi harus sama dengan teman-temannya, yang banyak mengikuti model dan perkembangan teknologi. Gadis yang bercita-cita menjadi dokter gigi ini, juga tak merasa kuper atau ketinggalan zaman dengan pilihannya itu.
Sikap disiplin Alfina ini merupakan buah didikan ibunya, Jumiyati. Kepala sekolah di Semarang ini mengajarkan Alfina disiplin mengelola keuangan. Jumiyati mendidik anaknya agar berbelanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
"Kalau dia minta HP terbaru, misalnya, saya beri pengertian dia belum butuh. Karena kebutuhan dia hanyalah untuk belajar," ujar Jumiyati.
Didikan Jumiyati membuahkan hasil yang baik. Alfina tekun menabung dan bahkan bisa menambah biaya untuknya naik haji.
Untuk menjadi jemaah haji pada usia muda, memang harus mendaftar sejak dini. Hal ini juga dilakukan oleh Inoki Fabil Ahmad Syamsudin dan Yuberti Yubhar Taufik, suami-istri asal Kota Bandar Lampung, yang mendaftarkan putranya, Aqilah Galan Fabil, sejak masuk duduk di kelas 6 SD. Aqilah menjadi salah satu jemaah haji termuda tahun ini, dengan usia 18 tahun.
Baca juga : Pelita Air dan Patra Jasa Ajak Puluhan Anak Yatim Safari Ramadan ke Bali
"Awal daftar usia 12 tahun. Sekarang umur saya 18 tahun," kata Aqila, di Asrama Haji Bandar Lampung, Senin (27/5/2024).
Aqila sangat bangga dan senang bisa menjadi calon jemaah haji termuda di Lampung. "Alhamdulillah perasaannya sangat senang, jadi kebanggan juga karena menjadi jemaah termuda, bisa membantu ayah dan ibu untuk menunaikan ibadah haji ini," ungkapnya.
Dia sudah mempersiapkan diri secara matang untuk menjalankan ibadah haji. Dia pun berharap bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya.
Yuberti Yubhar Taufik, ibunda Aqilah, menerangkan, mendaftarkan anaknya sebagai calon jemaah haji sejak 2017. Awalnya, dia memprediksi Aqilah baru bisa berangkat pada usia 38 tahun, mengingat waktu tunggu yang sangat lama. Namun, dengan mengikuti program penggabungan mahram, Aqilah bisa berangkat lebih awal.
"Alhamdulillah, atas izin Allah diberikan keberkahan dan kemudahan. Ini menjadi kebanggaan dan rasa haru dari kami. Anak kami memenuhi kreteria usia sudah lebih dari 18 tahun, dan masa pendaftaran sudah lebih dari 5 tahun, berangkat haji menggunakan program penggabungan mahram," kata Yuberti.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya