Dark/Light Mode

Anwar Abbas: Untuk Keselamatan, Jemaah Haji Lansia Lebih Baik Ikut Skema Murur

Rabu, 12 Juni 2024 16:01 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. (Foto: Dok. Kemenag)
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan, untuk keselamatan jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) saat mabit (bermalam) di Muzdalifah, lebih baik mengikuti skema murur (tidak turun dari bus).

Hal ini disampaikan Anwar usai meninjau kesiapan sarana prasarana yang ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan para Amirul Haj, Selasa (11/6). Anwar yang juga Naib Amirul Haj 1445 H/2024 M ini menilai pilihan tersebut amat tepat untuk diambil demi memberikan keselamatan bagi jemaah.

“Saya tahun 2008 haji, tahun 2019 haji, tempat di sini (Muzdalifah, red) masih luas, sehingga kalau mobil (bus) parkir di sini meskipun sempit-sempit tapi mampu menampung. Tapi, sekarang banyak bangunan, di sini ada dibangun toilet,” ungkap Anwar.

Dia berkesimpulan, impossible mobil yang datang dari Arafah berhenti semua di Muzdalifah. Tidak akan tertampung. Sehingga diperlukan ijtihad ulama.

Baca juga : Dubes Arab Saudi Untuk Indonesia Faisal Abdullah Lepas Jemaah Haji Undangan Raja Salman

"Majelis Ulama Indonesia sudah membuat fatwa. Jemaah tertentu yang sakit dan berisiko tinggi, untuk keselamatan mereka, lebih baik lanjut ke Mina, dan berangkat jam 19.00 malam,” sambung pria yang juga akrab dipanggil Buya Anwar ini.

Menurutnya, pilihan mabit di Muzdalifah dengan skema murur patut menjadi pilihan karena bertujuan menjaga keselamatan diri. “Itu ada alasannya, masyaqqah, kesulitan. Dalam maqashid syariah kan ada hifdzunnafs (menjaga keselamatan jiwa), ada pertimbangan keselamatan jemaah,” tutur Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Anwar juga sepakat dengan program murur yang disiapkan pemerintah, yaitu para jemaah lansia, jemaah dengan risiko tinggi serta pendampingnya akan mulai diberangkatkan dari Arafah langsung menuju Mina dimulai sejak pukul 19.00 malam.

“Itu kan artinya sudah melewati malam, ya. Saya kira sah. Malam kan dimulai dari terbenamnya matahari. Memang ada ulama menyatakan lewat jam 12 malam, tapi situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. Melihat space (luasan) sekarang ini, saya punya kesimpulan memang tidak mungkin,” ungkap Buya Anwar.

Baca juga : Menag: Fase Pemberangkatan Jemaah Berjalan Lancar

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menggulirkan rencana pola mabit di Muzdalifah dengan skema murur. Hal ini menjadi bagian dari mitigasi makin sempitnya kawasan Muzdalifah, khususnya setelah terbangunnya toilet yang memakan lahan seluas dua hektar.

Berdasarkan catatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), area Muzdalifah yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia seluas 82.350 m2. 

Pada 2023, area ini ditempati sekitar 183.000 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara ada sekitar 27.000 jemaah haji Indonesia (9 maktab) yang menempati area Mina Jadid. Sehingga, setiap jemaah saat itu hanya mendapatkan ruang atau tempat (space) sekitar 0,45m2 di Muzdalifah.

Tahun 2024, Mina Jadid tidak lagi ditempati jemaah haji Indonesia. Sehingga, 213.320 jemaah dan 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah. Padahal, tahun ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil tempat (space) di Muzdalifah seluas 20.000 m2. Sehingga, ruang yang tersedia untuk setiap jemaah jika semuanya ditempatkan di Muzdalifah, 82.350 m2 - 20.000 m2 = 62.350 m2/213.320 = 0,29 m2.

Baca juga : Sudah 32.554 Jemaah Haji Indonesia Daftar Skema Murur

Karenanya, mabit Muzdalifah dengan skema murur menjadi ikhtiar pemerintah untuk dapat mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Pemerintah menargetkan 55 ribu jemaah haji Indonesia akan melakukan skema murur.

Mabit di Muzdalifah dengan cara  murur adalah mabit yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.