Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Fenomena judi online di Indonesia saat ini semakin meresahkan. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, aktivitas judi online jumlahnya bahkan melebihi transaksi keuangan mencurigakan yang berasal dari kasus korupsi. Tidak jarang kita mendengar banyak orang yang menjadi terganggu kejiwaannya akibat kecanduan judi online, bahkan yang terbaru seorang pria di sekitar Ciputat ditemukan gantung diri dan setelah ditelusuri oleh pihak berwajib terungkap bahwa pria tersebut terlilit hutang akibat aktivitas judi online. Melalui peristiwa tersebut kita seharusnya menyadari bahwa hal ini sangat mengganggu kesehatan mental pelaku dan memperlihatkan adanya sebuah paradox yang nyata, mengapa peminat situs judi terus meningkat walaupun korban semakin banyak berjatuhan?
Sebenarnya jauh sebelum era digitalisasi dimulai judi telah menjadi salah satu bentuk hiburan tertua dalam peradaban manusia. Banyak penemuan situs-situs arkeologi yang menunjukkan praktik perjudian bahkan sejak zaman prasejarah, diantaranya adalah dadu yang terbuat dari tulang domba dari zaman mesopotamia, hingga permainan dadu dan board game di zaman tiongkok kuno. Pada Abad ke-17, kasino pertama kali diperkenalkan di Eropa. Rumah kasino Ridotto di Venesia dibuka pada tahun 1638 dan menawarkan berbagai permainan dadu dan kartu. Walaupun akhirnya ditutup pada tahun 1774 karena dianggap menyebabkan dampak judi terlalu menyebar di masyarakat, konsep kasino akhirnya terlanjur menyebar bahkan hingga ke Benua Amerika dan dilegalkan pada abad ke 20 di wilayah Nevada dan menjadi cikal bakal Las Vegas menjadi ikon perjudian dunia.
Berkembangnya internet kemudian menjadi game changing bagi industri kasino modern yang diperkenalkan secara online. Perusahaan perangkat lunak microgaming kemudian mengembangkan perangkat lunak kasino online pertama pada tahun 1994. dan kemudian pada tahun 1996, InterCasino adalah kasino online pertama yang menawarkan permainan uang secara nyata.
Baca juga : Membaca Nyaring, Solusi Bentuk Keterampilan di Tengah Gempuran Audio Visual
Berkembangnya kasino online menemukan masa keemasannya pada era tahun 2000an, ketika peningkatan akses dan kecepatan internet memungkinkan lebih banyak orang untuk terhubung secara online dengan stabil. Pada tahun 2003, Chris Moneymaker mendapat kemenangan besar di World Series of Poker yang merupakan turnamen poker online dan memicu "Moneymaker Effect".
Hal ini kemudian memicu jutaan orang di seluruh dunia untuk mencoba peruntungan mereka pada arena poker online sehingga menyebabkan situs-situs poker online mengalami lonjakan jumlah pemain karena turut didukung oleh liputan media yang cukup masif. Akibatnya Jumlah pemain judi online meningkat secara eksponensial dan platform judi online mencatat jutaan pengguna dari seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Sebenarnya aktivitas judi online tidak dilegalkan di Indonesia.Peningkatan penggunaan smartphone membuat lebih banyak orang dapat terhubung ke platform online, termasuk situs judi. Walaupun Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya untuk memblokir akses, para pemain judi online kemudian memanfaatkan Teknologi VPN (Virtual Private Network) dan proxy untuk melancarkan aktivitas mereka. Operator judi online juga semakin cerdik dengan menggunakan platform media sosial dan aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Telegram untuk mempromosikan layanan mereka dalam menarik pemain baru, sehingga tidak heran jumlah korban yang berjatuhan terus meningkat.
Baca juga : Sudirman Said: Sejarah Batavia Bisa Jadi Rujukan Bangun Jakarta
Banyak faktor yang menyebabkan orang menjadi kecanduan berjudi, diantaranya faktor psikologis, sosial, dan biologis. secara fisiologis, aktivitas perjudian merangsang sistem penghargaan di otak, melepaskan dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan rasa kesenangan dan euforia. Hal ini kemudian memicu berbagai fenomena psikologis di antaranya "gambler's fallacy" yaitu sebuah kondisi saat seseorang percaya bahwa mereka dapat mengalahkan sistem atau bahwa mereka "hanya perlu satu kemenangan besar" untuk mengembalikan kerugiannya. Hal ini kemudian memicu munculnya ilusi bahwa mereka dapat mengontrol kemenangan, meskipun keberuntungan memainkan peran besar sehingga membuat mereka terus bermain. Faktor ekonomi juga memegang peran penting, saat harapan untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat adalah daya tarik besar bagi banyak orang.
Sayangnya, judi online sangat nyata membawa dampak buruk bagi manusia dan sistem bermasyarakat. Kecanduan judi sering kali mengarah pada masalah keuangan yang serius, termasuk hutang besar dan kebangkrutan. Terus menerus kalah dalam judi online juga menyebabkan stres, kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya. Banyak orang yang mengalami kecanduan judi sangat membutuhkan bantuan profesional, termasuk psikolog. Di internet dan sosial media kita juga dapat menemukan banyak forum dukungan yang bertujuan untuk melepaskan kecanduan dalam berjudi.
Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi Pemerintah dalam memberantas judi online, diantaranya adalah walaupun Pemerintah Indonesia secara aktif memblokir situs-situs judi online, namun operator situs judi sering kali dengan cepat membuat situs baru dengan nama domain yang berbeda untuk menghindari pemblokiran. Pemerintah juga berupaya untuk melakukan razia dan penangkapan pelaku judi online, namun tidak jarang para operator judi online beroperasi dari luar negeri, sehingga sulit dijangkau oleh hukum Indonesia.
Baca juga : Idul Adha, Lalamove Bagikan Paket Daging Pada Masyarakat dan Mitra Pengemudi
Dalam menyelesaikan masalah judi online, tanggung jawab tidak hanya ada pada pihak pemerintah, organisasi dan kelompok masyarakat juga diharapkan dapat bersinergi untuk melakukan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya judi online dan dampaknya, termasuk penyuluhan di sekolah-sekolah dan media massa. Dengan upaya ini diharapkan pelan-pelan jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan aktivitas Judi online akan berkurang seiring dengan kesadaran bahwa mereka tidak akan pernah dapat mengalahkan bandar.
Miranti widya ramlah Ponulele
Ketua DPD KNPI Provinsi Sulawesi Tengah
Ketua DPD KNPI Provinsi Sulawesi Tengah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya