Dark/Light Mode

Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Korupsi, KPK Terima Duta Besar Swiss

Rabu, 15 September 2021 15:34 WIB
Pertemuan pimpinan KPK dengan jajaran Kedubes Swiss yang dipimpin Dubes Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz, di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/9). (Foto: Humas KPK)
Pertemuan pimpinan KPK dengan jajaran Kedubes Swiss yang dipimpin Dubes Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz, di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/9). (Foto: Humas KPK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri didampingi tiga wakilnya, yakni Alexander Marwata, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar, serta jajaran dari Direktorat PJKAKI dan Diklat, menerima rombongan Kedutaan Besar Swiss untuk Indonesia.

Rombongan Kedubes Swiss terdiri atas Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz, Wakil Duta Besar Philippe Strub, Deputy Head of Development Cooperation (SECO) Andrea Zbinden, dan Political and Economic Officer Desak Putu Sinta Suryani.

Pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/9) pukul 10.00 WIB ini dilakukan untuk membahas penguatan kerja sama dalam pemberantasan korupsi.

Berita Terkait : Korupsi Dana Covid?

"Selain itu, courtesy call antara Duta Besar Swiss dengan Pimpinan KPK ini juga dimaksudkan untuk berkenalan dengan Pimpinan KPK dan menindaklanjuti pembahasan yang telah dilakukan KPK sebelumnya dengan Kedutaan Besar Swiss pada 2019," ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam siaran pers, Rabu (15/9).

Sebelumnya pada April 2019 KPK telah menerima kunjungan Dubes Swiss dan membangun komunikasi terkait isu-isu pencegahan dan penindakan korupsi.

Khususnya, terkait informasi tentang lembaga yang berwenang melakukan penanganan korupsi di Swiss dan ahli atau praktisi antikorupsi untuk berbagi pengalaman terkait berbagai isu penindakan.

Baca Juga : Kepala BPIP: Desa Aktor Pembangunan

Di antaranya, teknik penyidikan kejahatan keuangan modern. Termasuk, penyidikan kasus korupsi yang melibatkan transaksi keuangan di luar negeri.

Kemudian, mendeteksi dan menyelidiki fraud di perbankan dan lembaga keuangan. Lalu, mendeteksi dan menginvestigasi fraud di pasar modal. Berikutnya, kerja sama penanganan penyidikan korupsi lintas batas dan saling membantu hukum dalam perkara pidana.

"Dalam kesempatan ini, kedua pihak juga mendiskusikan beberapa topik terkait fokus dan prioritas KPK serta tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia," imbuhnya.
 Selanjutnya