Dark/Light Mode

Dukung Program Energi Terbarukan

Selandia Baru Nyawer Rp 59 M

Kamis, 18 November 2021 06:30 WIB
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta bertemu Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, 15 November 2021. (Foto: dokumen Biro Press Istana/Kemlu).
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta bertemu Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, 15 November 2021. (Foto: dokumen Biro Press Istana/Kemlu).

 Sebelumnya 
Retno menyampaikan pentingnya perdagangan bilateral yang lebih seimbang. Makanya, mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu meminta Selandia Baru agar membuka akses pasar bagi produk buah-buah tropis Indonesia, dan penguatan investasi. Serta program peningkatan kapasitas di bidang pertanian dan peternakan di Indonesia.

Selain itu, Selandia Baru dapat menjadi mitra di bidang transisi energi Indonesia. Salah satu kerja sama yang dapat terus dikembangkan, menurut Retno, adalah panas bumi.

Baca juga : Dukung Klinik Pratama Kementerian BUMN, Taspen Hibahkan Mobil Ambulans

Kemitraan di bidang energi Indonesia-Selandia Baru ditunjukkan dengan pembangunan Flores Geothermal Island di Nusa Tenggara Timur dan pembangunan jalur pipa di Maluku dalam kerangka The New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES).

Mahuta juga berpidato virtual melalui Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Dia menyoroti pentingnya kawasan (ASEAN) yang damai, sejahtera, dan stabil.

Baca juga : Presiden Jokowi Hadiahi Menlu Selandia Baru Noken Papua

“Sejak didirikan, ASEAN memegang peran penting menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan kita. Karena kawasan Indo Pasifik terus bergulat dengan berbagai tantangan geopolitik, kesehatan, dan ekonomi, kemitraan dengan ASEAN menjadi lebih penting dari sebelumnya,” kata Mahuta.

Ia juga senang dapat mendukung pembentukan ASEAN Center for Climate Change yang baru. Menlu dari suku Maori itu berharap, Selandia Baru terlibat dengan sentra tersebut dalam penindakan perubahan iklim regional.

Baca juga : Kenalkan Profesi Perbankan, KidZania Gandeng Bank BRI

Dari sumber keuangan global Selandia Baru, Mahuta menyebut, negaranya menyediakan pendanaan perubahan iklim senilai 1,3 miliar dolar Selandia Baru. Negeri Kiwi itu juga telah mengumumkan pendanaan tambahan sebesar 3,6 juta dolar untuk Pusat Bantuan Kemanusiaan ASEAN. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.