Dark/Light Mode

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-AS

Hadapi Tantangan Regional dan Global, Indonesia-AS Perkuat Kemitraan Pertahanan

Kamis, 30 Mei 2019 19:41 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) bersama Plt Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan. (Foto: Twitter Kemhan)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) bersama Plt Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan. (Foto: Twitter Kemhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan AS, pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Plt Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan menekankan kemitraan yang tetap kuat, dan hubungan yang penting antara kedua kementerian.

Pernyataan ini menegaskan kembali mekanisme dan kesepakatan kuat, yang tertuang dalam Pengaturan Kerangka Kerja Tentang Kegiatan Kerjasama di Bidang Pertahanan pada 2010, dan Pernyataan Bersama Tentang Kerjasama Pertahanan Komprehensif pada 2015.

Pernyataan ini menegaskan keinginan kuat kedua negara, untuk terus memperkukuh kemitraan pertahanan, dalam menghadapi tantangan regional dan global. Hubungan militer Indonesia-AS yang kuat dan teguh terbentuk dan dilandasi oleh prinsip-prinsip kesetaraan, timbal balik, hormat terhadap aturan dan norma internasional, hormat terhadap integritas dan kedaulatan teritorial, dan tercapainya kepentingan bersama.

Baca Juga : Muliaman Hadad Ingin Bangun Masjid Di Swiss

Indonesia dan AS juga berkomitmen menjaga karakteristik kerja sama yang demikian, pembahasan yang jujur, dan pembagian informasi yang dapat memperdalam kepercayaan. Sehingga, memungkinkan terjalinnya kerja sama yang erat untuk mengatasi tantangan keamanan bersama.

Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat program-program pelatihan bilateral yang kukuh dan sudah berjalan, guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan interoperabilitas.

Kedua kementerian menekankan dukungan terhadap perluasan pelatihan antar kedua Angkatan Darat tahun depan, melalui normalisasi hubungan pasukan khusus Angkatan Darat mulai 2020, dengan Pelatihan Terpadu Bersama bersama KOPASSUS.

Baca Juga : Pertama dalam Sejarah, Kementan Sabet WTP Tiga Tahun Berturut-Turut

Kedua kementerian juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama untuk memerangi ancaman transnasional lintas laut, darat, udara, dan dunia maya.

Untuk mendukung upaya saling berbagi informasi secara lebih luas, kedua kementerian mendukung peluang untuk lebih meningkatkan pembagian informasi dan pertukaran pandangan, mengenai analisis ancaman regional melalui ASEAN Our Eyes (AOE) sebagai platform pertukaran informasi strategis antarnegara anggota ASEAN.

Kedua kementerian juga mengakui pentingnya normalisasi pelatihan Pasukan Khusus AS dengan KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus), untuk membangun kepercayaan dan memperluas interoperabilitas kontraterorisme.

Baca Juga : BNI Berangkatkan 2.000 Pemudik dengan Kereta

Indonesia dan AS bersama-sama menghormati jasa dan pengorbanan para anggota militernya. Kedua kementerian membahas pentingnya mendukung kesakralan jasad yang terkubur di dalam kapal-kapal seperti bangkai kapal Perang Dunia II, USS Houston, dan kerja sama guna mengetahui sisa-sisa jasad dari pihak AS yang ada di Indonesia. [HES]