Dark/Light Mode

KBRI Moskow Gelar Workshop Pengenalan Seni Budaya Dan Bahasa Indonesia Di MSLU Belarus

Kamis, 25 November 2021 12:08 WIB
Wakil Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Azis Nurwahyudi (kedua kiri) dalam pertemuan persiapan pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia dengan MSLU di Minsk, Republik Belarus, Selasa (23/11). (Foto: KBRI Moskow)
Wakil Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Azis Nurwahyudi (kedua kiri) dalam pertemuan persiapan pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia dengan MSLU di Minsk, Republik Belarus, Selasa (23/11). (Foto: KBRI Moskow)

RM.id  Rakyat Merdeka - KBRI Moskow menggelar workshop Pengenalan Seni Budaya Indonesia kepada dosen dan para mahasiswa Minsk State Linguistic University (MSLU) di Republik Belarus, Rabu (24/11).

Dalam workshop berdurasi 2 jam, para dosen dan mahasiswa anggota perkumpulan seni dan tari internasional MSLU diajak untuk mengenal lebih dekat, mengenai sejarah serta ragam seni budaya Indonesia.

 

 

Berita Terkait : Segera Dibuka, Pusat Budaya Dan Bahasa Indonesia Di Republik Belarus

Secara khusus, dosen dan mahasiswa MSLU berkesempatan umengenakan pakaian adat dari sejumlah provinsi di Indonesia (Sumatera Selatan, Sumatera Utara, DI Yogyakarta dan Kalimantan Barat). Serta berlatih gerakan dasar Tari Poco-Poco (Maluku) dan Tari Nandak Betawi (DKI Jakarta).

Pelaksanaan kelas workshop mendapatkan sambutan hangat dari dosen dan mahasiswa MSLU yang menjadi peserta.

"Hari ini, kami baru saja mengikuti kegiatan yang sangat menarik, tidak biasa dan tidak bisa djiumpai sehari-hari. Saya terkesan akan budaya Indonesia yang sangat menarik dan kostum tari yang sangat ceria dan mengagumkan," tutur Eliza, mahasiswi tingkat pertama Fakultas Komunikasi MSLU, yang menyampaikan kegembiraanya setelah mengikuti kelas workshop.

Antusiasme juga disampaikan peserta lainnya, Roman yang merupakan mahasiswa tingkat akhir (tahun keempat) pada Fakultas Komunikasi MSLU.

Berita Terkait : Penanganan Corona Di Indonesia Diakui Uni Eropa

Roman mengatakan  kelas workshop yang disampaikan KBRI Moskow sangat kental dengan semangat persahabatan.

"Hari ini merupakan hari yang sangat aktif, menarik dan penuh semangat. Tarian yang diajarkan Kedutaan Indonesia sangat enerjik. Indonesia sekarang sudah masuk dalam daftar destinasi wisata saya. Saya sudah mendengar tentang cuaca hangat Indonesia. Saya sangat tertarik untuk melihat langsung keragaman budaya Indonesia lainnya," tutur Roman.

Peserta lainnya menyampaikan apresiasi atas rencana pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU.

"Saya ingin menyampaikan bahwa Anda memilih universitas yang tepat untuk membuka Pusat Budaya Indonesia, karena saya yakin, setiap mahasiswa dan orang-orang di kampus ini akan sangat tertarik untuk mengetahui tentang Indonesia," ujar Aleksandra, mahasiswi tingkat kedua Fakultas Komunikasi MSLU.

Berita Terkait : Jokowi: Geopark Cocok Dengan Tren Pariwisata Saat Ini

Didirikan pada tahun 1948 sebagai Minsk State Pedagogical Institute for Foreign Languages (Institut Pedagogis Negara Minsk untuk Bahasa Asing), MSLU merupakan satu-satunya flagship university di Republik Belarus, yang menyelenggarakan pengajaran bahasa asing dari 24 negara.

MSLU telah memiliki kerja sama antar universitas (university to university) dengan universitas dari 30 negara.

Saat ini, tercatat 700 mahasiswa asing menempuh pendidikan pada berbagai jenjang pendidikan di MSLU.

Pembukaan dan operasionalisasi Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU diharapkan dapat menjadi langkah awal dibukanya jurusan Bahasa Indonesia, sebagai bahasa asing ke-25 yang diajarkan di MSLU. [HES]