Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rebutan Perhatian, AS Dan Rusia Kirim Petingginya Ke Indonesia

Selasa, 14 Desember 2021 10:40 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (Foto: ist)
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia nampaknya tengah menjadi rebutan antara Rusia dan Amerika Serikat. Buktinya, kedua negara adi daya ini mengirim pejabat pentingnya di hari yang sama.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memulai tur Asia Tenggaranya dengan singgah di Jakarta Senin (13/12). Ini berbarengan dengan kunjungan pejabat Rusia, Sekretaris Dewan Keamanan Nikolai Patrushev, orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin. Patrushev juga tiba Senin(13/12).

Berita Terkait : Gerindra Janji Perjuangkan Hak Politik Penyandang Disabilitas

Blinken akan berada di ibu kota Indonesia selama dua hari yang sama dengan Patrushev. Dia dianggap sebagai pejabat paling senior ketiga di pemerintahan Rusia. 

Pertemuan Patrushev akan bertepatan dengan pidato utama yang direncanakan Blinken untuk disampaikan pada Selasa (14/12) tentang strategi Indo-Pasifik pemerintahan Biden. Ini terjadi hanya sehari setelah bergabung dengan rekan-rekan menteri luar negeri Kelompok Tujuh (G7) terkait eskalasi militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Berita Terkait : Petani Bengkulu Untung Ikut Program Makmur Pupuk Indonesia

Blinken dan Patrushev tidak menunjukkan kalau keduanya bakal bertemu di sela kunker mereka di Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebut kedatangan dua orang penting dari AS dan Rusia merupakan bentuk kedekatan hubungan mereka dengan Indonesia.

Berita Terkait : Dirut Pertamina: Ibu, Contoh Dan Inspirasi Kerja Keras Saya

“AS dan Rusia adalah dua mitra yang baik bagi Indonesia. Indonesia akan terus membangun strategic trust dengan semua negara, seluruh mitra Indonesia,” kata Menlu Retno Marsudi, Senin (13/12).

“Kepercayaan strategis ini sangat penting sebagai landasan untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan saling menghormati. Dan Indonesia memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk berkontribusi dalam menciptakan dunia yang damai, stabil, dan sejahtera,” pungkas Retno. [DAY]