Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Uskup Agung Afsel Sekaligus Peraih Nobel Perdamaian Desmond Tutu Meninggal Dunia
Minggu, 26 Desember 2021 16:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Uskup Agung Desmond Tutu, peraih Nobel Perdamaian yang berkontribusi besar dalam mengakhiri politik apartheid di Afrika Selatan (Afsel), meninggal dunia dalam usia 90 tahun pada Minggu (26/12).
Presiden Afsel Cyril Ramaphosa mengatakan, kematian Desmond Tutu menandai babak duka perpisahan baru, dengan generasi Afrika Selatan yang luar biasa.
Ramaphosa bilang, Uskup Agung Tutu telah membantu mewariskan Afrika Selatan yang berjiwa bebas.
Baca juga : Nadiem Tak Tinggal Diam
Tutu adalah salah satu tokoh negara yang paling terkenal di dalam dan luar negeri.
Sezaman dengan ikon anti-apartheid Nelson Mandela, Tutu adalah salah satu kekuatan pendorong di belakang gerakan untuk mengakhiri kebijakan segregasi rasial dan diskriminasi, yang diberlakukan oleh pemerintah minoritas kulit putih terhadap mayoritas kulit hitam di Afrika Selatan, dalam periode 1948 hingga 1991.
Tutu dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1984, atas perjuangannya menghapuskan sistem apartheid.
Baca juga : Longsor Banjarnegara, 4 Orang Meninggal Dunia
Kematian Tutu hanya berselang beberapa pekan setelah presiden terakhir era apartheid Afrika Selatan, FW de Clerk, yang meninggal pada usia 85 tahun.
Di mata Ramaphosa, Tutu adalah seorang pemimpin spiritual ikonik, aktivis anti-apartheid dan juru kampanye hak asasi manusia global.
Dia menggambarkannya sebagai seorang patriot tanpa tandingan. Serta seorang pemimpin prinsip dan pragmatisme yang memberi makna pada wawasan alkitab, bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.
Baca juga : Dipegang Lutfi, Surplus Neraca Perdagangan Cetak Sejarah Tertinggi
"Tutu adalah seorang pria dengan kecerdasan luar biasa, berintegritas, dan tak goyah melawan kekuatan apartheid. Dia juga lembut. Sangat mengasihi mereka yang tertindas dan mengalami ketidakadilan dan kekerasan di bawah politik apartheid. Juga orang-orang yang tertindas dan tertindas di seluruh dunia," ungkap Ramaphosa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya