Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Kota New York secara keseluruhan mengharuskan hampir semua bisnis besar dan kecil, hanya mempekerjakan karyawan yang sudah divaksinasi. Keputusan ini diambil tiga pekan lalu, saat kasus pertama Omicron tercatat di Negeri Paman Sam.
Pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci, memperingatkan bahwa kasus penularan Omicron akan jadi lebih buruk jika pihak berwenang tidak melakukan langkah tegas.
“Ketika Anda menjadikan vaksinasi sebagai persyaratan, itu insentif lain untuk membuat lebih banyak orang divaksinasi,” kata Fauci kepada MSNBC dikutip AP, Senin (27/12).
Baca juga : Pertamia Pastikan Stok BBM Aman
Di Yunani, pihak berwenang mengumumkan pembatasan tambahan setelah Tahun Baru. Kebijakan ini dilakukan setelah Negeri Dewa Dewi itu mencatat total infeksi baru hampir 9.300 kasus dalam sehari, tertinggi selama pandemi.
Menteri Kesehatan Yunani Thanos Plevris mengatakan, mulai 3 Januari 2022, penggunaan masker ganda akan diwajibkan di supermarket dan transportasi umum. Tempat hiburan akan tutup tengah malam, dan kapasitas penonton di stadion sepak bola akan dipotong menjadi 10 persen.
Bagian lain Eropa, ada juga yang ragu-ragu untuk memberlakukan lebih banyak pembatasan pada warganya.
Baca juga : Malam Tahun Baru, Jembatan Suramadu Dan Alun-Alun Di Jatim Ditutup
Di Polandia, klub malam yang sekarang ditutup akan diizinkan dibuka kembali pada Malam Tahun Baru. Pemerintah enggan melakukan kebijakan lebih ketat karena warga berkeras sudah menerima vaksinasi penuh.
Sama halnya dengan Rusia. Meski menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi dari Covid-19 di Eropa, negara ini tetap akan menyambut Tahun Baru dengan sedikit pembatasan.
Berbagai kebijakan pembatasan akan dicabut selama masa liburan yang berlangsung selama 10 hari, mulai malam Tahun Baru. Rusia juga tidak akan memberlakukan pembatasan perjalanan tambahan.
Baca juga : 2 Tahun Pacaran, Dua Lipa Dan Anwar Hadid Putus
Badan statistik resmi Rosstat memperkirakan, antara April 2020 dan Oktober 2021, Rusia memiliki 537.000 kematian akibat Covid-19. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya