Dark/Light Mode

Soal Covid Dan Ekonomi

Di Mata IMF, Kita Ini Jempolan

Kamis, 27 Januari 2022 07:35 WIB
Kepala Misi Indonesia, Departemen Asia dan Pasific IMF Cheng Hoon Lim. (Foto: Flickr)
Kepala Misi Indonesia, Departemen Asia dan Pasific IMF Cheng Hoon Lim. (Foto: Flickr)

 Sebelumnya 
Memang, kata dia, serangan varian Delta telah memperlambat pemulihan ekonomi pada pertengahan 2021. Tetapi, ekonomi kembali tumbuh pada kuartal keempat dan diperkirakan akan menguat selama 2022-2023. Saat ini, kata dia, sistem keuangan Indonesia dalam kondisi baik. Karena itu, pemulihan ekonomi akan semakin cepat tahun ini.

Dengan kondisi seperti itu, IMF memprediksi ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 5,6 persen. Sementara, di 2023 diproyeksikan tumbuh hingga 6 persen.

Baca juga : Menko PMK: Zakat Kurangi Beban Ekonomi Warga Di Masa Pandemi

"Pertumbuhan tersebut didukung oleh harga komoditas global yang menguntungkan, pelonggaran pembatasan aktivitas, dukungan kebijakan yang berkelanjutan, dan peningkatan mobilitas dan kepercayaan diri saat program vaksinasi meluas ke daerah-daerah yang lebih terpencil," paparnya.

Meski memberikan pujian, lembaga keuangan yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat, itu juga mewanti-wanti. Seperti ancaman kemunculan varian baru yang lebih agresif yang ujungnya adanya pemberlakuan pembatasan sosial.

Baca juga : Teri Di KPK, Kakap Di Kejagung

Lim juga memberikan sejumlah saran agar ekonomi Indonesia pulih dengan cepat. Seperti memanfaatkan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) untuk mengatasi rendahnya penerimaan negara. Selain itu, melengkapi UU Cipta Kerja dengan perbaikan pendidikan, infrastruktur, digitalisasi, dan upaya memperkuat kerangka tata kelola. Dan yang tak kalah penting, Indonesia perlu berinvestasi dalam digitalisasi dan infrastruktur untuk meningkatkan inovasi.

Bagaimana tanggapan Pemerintah? Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyebut, pujian IMF itu tak lepas dari kebijakan Pemerintah yang tepat. Kinerja fiskal yang kuat pada 2021 menjadi bagian dari hasil pengelolaan kebijakan ekonomi makro yang tepat.

Baca juga : Satgas Cabut Larangan 14 Negara Ke Indonesia

Ia menyebut, pujian IMF itu bukti penanganan pandemi berbuah signifikan pada cepatnya pemulihan ekonomi Indonesia. Kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif di 2021 dan diperkuat dengan fokus penciptaan tenaga kerja, selain kesehatan dan perlindungan masyarakat di 2022, menjadi faktor penting. "Kita perlu jaga momentum pemulihan ke depan dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko," paparnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.