Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Omicron Meroket, Tim Medis Kewalahan
Korea Selatan Stop Pelacakan Dan Respons Ketat Tim Medis
Selasa, 8 Februari 2022 08:10 WIB
Sebelumnya
Para pejabat mengatakan, pekerja publik yang telah memantau mereka yang positif melalui aplikasi smartphone berkemampuan GPS, akan ditugaskan membantu perawatan di rumah.
Mereka yang positif, tidak lagi diharuskan melapor ke fasilitas kesehatan setempat ketika mereka meninggalkan rumah untuk mengunjungi dokter. Sementara anggota keluarga mereka yang tinggal bersama dapat dengan bebas keluar untuk membeli makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Baca juga : Kemenag Minta KUA Tingkatkan Koordinasi Dengan Satgas Covid-19
Mereka yang sakit namun berisiko rendah, yang berusia 50-an atau lebih muda dan tidak memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, akan dibiarkan memantau kondisinya sendiri. Mereka hanya harus menghubungi rumah sakit setempat jika gejalanya memburuk.
Namun, petugas kesehatan masih akan melakukan panggilan pemeriksaan harian pada orang-orang berusia 60-an dan yang lebih tua, dengan catatan medis yang sudah ada sebelumnya.
Baca juga : Pemeriksaan Dan Pelacakan Covid-19 Kudu Dipercepat
Jeong menambahkan, pihaknya berencana beralih ke strategi anti virus yang berkonsentrasi pada pemeliharaan fungsi sosial yang penting. Sambil menangani sejumlah besar infeksi dan orang-orang yang ditempatkan di bawah karantina.
Di saat Omicron menyebar jauh lebih cepat daripada versi virus sebelumnya, tingkat rawat inap dan kematian sejauh ini lebih rendah. KDCA mengatakan, 270 pasien berada dalam kondisi serius atau kritis pada Senin (7/2). Sementara kurang dari 46 persen unit perawatan intensif negara yang ditunjuk untuk perawatan Covid-19, telah terisi.
Namun para ahli mengatakan, beban kasus yang berkembang pesat di negara itu, kemungkinan meningkatkan rawat inap dalam beberapa pekan mendatang. Hingga kemarin, 86 persen dari populasi Korea Selatan yang berjumlah lebih dari 51 juta orang telah divaksinasi lengkap. Selain itu, hampir 55 persen dari warga telah menerima suntikan (penguat) booster. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya