Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Dikirim Sejak 2018
Ekspor Benih Padi Sembada 188 Ke Brunei Tembus 104,1 Ton
Kamis, 10 Februari 2022 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 10 ton benih padi Sembada 188 dari PT Biogene Plantation, Surabaya, Jawa Timur, tiba di Brunei Darussalam, Rabu (9/2). Ini merupakan pengiriman yang ke-10 sejak 2018.
Total benih padi Sembada 188 yang telah diekspor ke Brunei, kini tembus 104,1 ton.
Beras dari varietas Sembada 188 telah dipasarkan secara meluas di pasar domestik Brunei, melalui jaringan distribusi nasional dan memperoleh sambutan yang baik, sehingga ekspor benih ini terus berkelanjutan.
Di Brunei, bibit ini telah menghasilkan panen 6 ton per hektar, dua kali lipat dari benih padi asli yang ditanam di Brunei sebelumnya.
Baca juga : Jokowi Pede, Ekspor Besi Baja Tahun Ini Tembus Rp 434,17 Triliun
Sembada 188 dipanen 2 kali setahun, karena kontur tanahnya harus diolah terlebih dahulu. Jika ditanam di Indonesia, bisa tiga kali panen, dengan volume 12 ton per hektar.
“Dengan mempertahankan kualitas dan harga yang kompetitif, saya bangga ekspor produk benih Sembada ke Brunei terus berkelanjutan”, ujar Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko dalam keterangan resminya, Kamis (10/2).
Selain benih padi, menurut Dubes Sujatmiko, Indonesia masih berpeluang untuk terus menawarkan produk-produk pertanian kepada Brunei.
Benih padi Sembada dari Surabaya sampai di Brunei, Rabu (9/2). (Foto: KBRI Bandar Seri Begawan).
Baca juga : Naik 35 Persen, Ekspor Industri Pengolahan Tembus Rp 2.041 T
Dengan kebijakan diversifikasi ekonominya, pemerintah Brunei terus mengembangkan sektor pertanian untuk swasembada pangan nasional.
Rata-rata peningkatan nilai produksi sektor pertanian dan agrimakanan Brunei selama dua dekade mencapai 4,9 persen. Dari 182,6 juta dolar Brunei (Rp 1,91 triliun) pada 2000, menjadi 470,9 juta dolar Brunei (Rp 4,9 triliun) pada 2020.
Lahan pertanian aktif pun mengalami peningkatan, dari hanya 15 hektare pada 2010, menjadi 411,65 hektare pada 2020.
Baca juga : Kementan Lepas Ekspor Perdana Pet Food Ke Brunei Darussalam
Untuk lahan khusus penanaman padi, Brunei telah mengembangkan Kawasan Kemajuan Pertanian (KKP) Kandol seluas 500 hektare.
Upaya peningkatan swasembada tersebut, tidak menutup peluang suplai aneka produk pangan dari Indonesia.
Hal ini terlihat dari angka ekspor produk pertanian Indonesia ke Brunei, yang terdiri dari sayuran, buah, rempah-rempah dan tanaman pada 2020 yang meningkat, dari Rp 51,55 miliar (2019) menjadi Rp 59,9 miliar. Atau secara kuantitas, dari 2.962 metrik ton menjadi 3.116 metrik ton.
"KBRI Bandar Seri Begawan terus mendorong peningkatan kerja sama bisnis di sektor pertanian dengan Brunei Darussalam," pungkas Dubes Sujatmiko. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya