Dark/Light Mode

Nggak Tega Dengar Kabar Anak Down Syndrome Di-Bully, Presiden Makedonia Utara Langsung Nyamperin Ke Sekolah

Sabtu, 12 Februari 2022 21:55 WIB
Presiden Makedonia Utara Stevo Pendarovski menggandeng tangan Embla Ademi, gadis cilik penderita down syndrome yang jadi korban bully di sekolah. (Foto: CNN)
Presiden Makedonia Utara Stevo Pendarovski menggandeng tangan Embla Ademi, gadis cilik penderita down syndrome yang jadi korban bully di sekolah. (Foto: CNN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hati Presiden Makedonia Utara Stevo Pendarovski tersentuh, mendengar kabar seorang gadis cilik bernama Embla Ademi (11) jadi korban bully di sekolahnya, karena memiliki kelainan genetik down syndrome.

Pendarovski pun lantas mengunjungi Embla di sekolahnya yang terletak di Kota Gostivar, Senin (7/2).

"Embla di-bully karena ia memiliki kelainan down syndrome yang membuatnya memiliki masalah dalam belajar dan kesehatan, dengan karakter wajah yang khas," kata Juru Bicara Presiden seperti dikutip CNN.

 

Baca juga : Jadi Tersangka Suap Proyek Dan Perizinan, Bupati Penajam Paser Utara Langsung Ditahan

 

Dalam video yang dibagikan oleh Kantor Pendarovski, Presiden terlihat duduk bersama keluarga Embla dan memberikan hadiah kepadanya. Dia juga terlihat melambaikan tangan kepada Embla, saat dia masuk gedung sekolah.

"Kita semua setara dalam masyarakat ini. Saya datang ke sini untuk memberikan dukungan dan meningkatkan kesadaran bahwa inklusi adalah prinsip dasar," kata Pendarovski dalam siaran persnya. 

Dia pun menegaskan dukungannya terhadap orangtua Embla dalam perjuangan mereka melindungi hak-hak anak-anak seperti putri mereka.

Baca juga : Mega: Nggak Aturan Yang Ngelarang Parpol Menang Pemilu Lebih Dari 2 Kali

"Prasangka dalam konteks itu adalah hambatan utama untuk membangun masyarakat yang setara dan adil untuk semua. Kita punya kewajiban hukum dan moral untuk memberikan pendidikan inklusif, yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan pada anak-anak dengan proses perkembangan yang berbeda. Kesadaran publik tentang masalah ini, sangat penting," papar Pendarovski. 

Menurutnya, perilaku yang membahayakan hak-hak anak tidak dapat diterima, terutama untuk anak-anak dengan perkembangan atipikal.

Mereka tak hanya berhak atas apa yang semestinya didapat, tetapi juga harus merasa setara dan diterima di sekolah.

"Ini adalah kewajiban kita. Tak hanya sebagai negara, tetapi juga sebagai individu. Elemen kunci dalam misi bersama ini adalah empati. Kita belajar dari mereka bagaimana bersuka cita, berbagi, dan bersolidaritas dengan tulus," tutur Pendarovski.

Baca juga : 21 Maret Hari Down Syndrome Sedunia, Ini Yang Sebaiknya Kita Tahu

Makedonia Utara yang pernah menjadi bagian dari Yugoslavia, adalah negara kecil yang terkurung daratan di Eropa Tenggara, dengan populasi sekitar 2 juta jiwa. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.