Dark/Light Mode

Moskow: Bantu Ukraina Berarti Berkonflik Dengan Rusia

Senin, 7 Maret 2022 02:40 WIB
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov. (Foto Sputnik News)
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov. (Foto Sputnik News)

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara-negara yang membantu Ukraina artinya terlibat konflik dengan Rusia. Demikian peringatan yang disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov dalam video briefing, Minggu (6/3).

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu, Konashenkov mengatakan, pihaknya mengetahui bahwa negara-negara tetangga Ukraina itu telah menyediakan tempat untuk pesawat tempur Ukraina di tengah operasi militer Rusia ke Ukraina. Hal itu, menurutnya, tidak dapat diterima.

Para demonstran mendesak perang di Ukraina berakhir, di Trafalgar Square, London, Inggris, Minggu (6/3) (Foto Reuters)

Baca juga : Merdeka Belajar Sejalan Dengan Pendidikan Islam

"Kami tahu pasti bahwa pesawat tempur Ukraina telah terbang ke Rumania dan negara-negara tetangga lainnya," kata juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov dalam sebuah video briefing.

"Penggunaan jaringan lapangan terbang negara-negara ini untuk militer Ukraina menghadapi Rusia dapat dianggap sebagai keterlibatan negara-negara ini dalam konflik bersenjata," tegasnya. Konashenkov juga mengklaim bahwa hampir semua pesawat tempur Ukraina telah dihancurkan. 

Baca juga : Bank DKI Dinobatkan Sebagai BUMD Terbaik Di Tahun Macan Air

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berulang kali mendesak Barat menegakkan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk mencegah lebih banyak serangan Rusia.  Namun Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan, negara mana pun yang memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk terlibat dalam konflik militer.

Untuk diketahui, Rusia telah melancarkan perang terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu. Menurut PBB, setidaknya 364 warga sipil, termasuk 38 anak-anak dan 42 wanita, telah tewas, dan 759 lainnya terluka di Ukraina. Jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan lebih tinggi dari yang terdata. Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang telah melarikan diri dari Ukraina ke negara-negara tetangga. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.