Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sholat Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan

Ratusan WNI Tetap Jalankan Prokes Ketat

Senin, 2 Mei 2022 11:53 WIB
Jemaah sholat Ied di KBRI Bandar Seri Begawan menerapkan protokol kesehatan ketat. (Foto: Istimewa)
Jemaah sholat Ied di KBRI Bandar Seri Begawan menerapkan protokol kesehatan ketat. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Indonesia di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, kembali menerima ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang melaksanakan sholat Idul Fitri, Senin (2/5).

Tidak berbeda dari tahun lalu, sholat Ied kali ini tetap sesuai protokol kesehatan yang diterapkan Pemerintah Brunei. Seperti, pengecekan suhu badan, memakai masker, dan setiap jamaah membawa sajadahnya sendiri. Suasana halaman KBRI pun sudah penuh sejak pukul 6.30 waktu Brunei. Sholat Ied pun dilaksanakan pukul 7 pagi. 

Namun terdapat hal berbeda tahun ini, sesuai aturan Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam, anak-anak di bawah 11 tahun tidak diperkenankan mengikuti shalat Ied. Disamping itu, karena adanya pembatasan jumlah jemaah dari otoritas Brunei, maka hanya masyarakat yang sudah mendaftar lebih dulu dan dapat menunjukkan hasil Antigen Rapid Test (ART) negatif, yang dapat memasuki kompleks KBRI Bandar Seri Begawan.

Kegiatan dimulai dengan takbir bersama yang dipimpin Ustad Zulfan Firosi Zulfadhli dan diikuti seluruh jamaah yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil infaq dan sadaqah yang terkumpul selama Ramadan 1443 Hijriah.

Berita Terkait : AHY: Semoga, Idul Fitri Makin Menguatkan Kebersamaan Kita

Sebelum memulai pelaksanaan sholat Ied, Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko memberikan sambutan singkat dan menyampaikan perkembangan terakhir dan berbagai kegiatan KBRI Bandar Seri Begawan, khususnya yang terkait pelindungan warga negara Indonesia (WNI) / Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Brunei. 

Secara khusus Dubes Sujatmiko mengajak seluruh warga Indonesia untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan tetap menjaga kebersihan. 

“Kita masih hidup dalam suasana endemi Covid-19 di Brunei. Wabah virus corona belum sepenuhnya berakhir, untuk itu, kita harus tetap berhati-hati," pesannya dikutip keterangan resmi KBRI Bandar Seri Begawan, Senin (2/5).

"Mari tetap jaga jarak, gunakan masker, dan patuhi protokol kesehatan di mana pun berada. Segera laporkan dan isolasi mandiri jika merasakan gejala infeksi Covid-19,” ujar Dubes Sujatmiko.

Berita Terkait : Kapolri: Perkokoh Kebersamaan Dan Rajut Persatuan Wujudkan Indonesia Tangguh Dan Tumbuh

Dalam khotbahnya, dosen Indonesia yang mengajar di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Zakir Husain mengajak jemaah untuk terus meningkatkan ketaqwaan, menjaga sholat lima waktu, dan selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan, serta senantiasa berusaha menjadi menjadi pribadi yang lebih baik. “Semoga kita semua diperjumpakan oleh Allah SWT dengan Ramadhan dan Idul Fitri di tahun yang akan datang,” doa dan harapan Zakir.

Masyarakat Indonesia yang hadir, menyambut antusias acara Shalat Idul Fitri, yang merupakan tahun kedua dapat kembali melaksanakan Shalat Ied. 

Pada 2020, mengikuti anjuran Pemerintah Brunei Darussalam dalam mengatasi pandemic Covid-19, agar KBRI Bandar Seri Begawan tidak mengadakan Shalat Ied.

Di Brunei Darussalam, 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Senin (2/5) sesuai hasil rukyah yang disahkan Ketua Hakim Syarie, Mahkamah Syariah, Jabatan Kehakiman Negara, Mufti Kerajaan, Kementerian Agama dan Kementerian Pembangunan setelah melakukan pengamatan hilal setidaknya di lima lokasi di wilayah Brunei. 

Berita Terkait : Sistem Pengawasan Internal Beasiswa Otsus Papua Perlu Diperketat

Situasi Covid-19 di Brunei Darussalam sudah lebih terkendali. Per 1 Mei 2022 total kasus Co-19 di Brunei Darussalam tercatat 141.788 kasus, dengan rincian 141.022 kasus sembuh, 671 kasus aktif dan 95 kasus meninggal. (DAY)