Dewan Pers

Dark/Light Mode

Minta Pasokan Senjata Ke Negara Barat, Menlu Rusia Sebut Ukraina Provokatif

Kamis, 2 Juni 2022 10:10 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (Foto: TASS)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (Foto: TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai, permintaan pasokan sistem rudal canggih dari Ukraina ke negara-negara Barat, telah melampaui batas. Tidak sopan, dan merupakan provokasi langsung. 

"Ini jelas provokasi, karena melibatkan pihak ketiga dalam konflik Ukraina. Kiev menganggap perang ini seperti bisnis. Pelanggannya, negara Barat. Ini melampaui batas. Melanggar norma kesopanan dan komunikasi diplomatik. Benar-benar sebuah provokasi langsung, yang ditujukan untuk menarik negara Barat ke dalam konflik ini," beber Lavrov dalam konferensi pers di Arab Saudi, seperti dikutip CNN International, Rabu (1/6).

"Tentu saja, politisi Barat yang waras memahami risiko ini. Tapi sayang, tidak semuanya begitu," imbuhnya.

Bantuan Senjata AS

Berita Terkait : Peringati Harkitnas, Puan Kobarkan Semangat Bangkit Dari Covid-19

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bantuan senjata dan peralatan militer terbaru untuk Ukraina, dengan nilai mencapai 700 juta dolar AS atau sekitar Rp 10 triliun.

Bantuan itu mencakup sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS), yang dapat mencapai target 80 km (50 mil).

"Amerika Serikat akan mendukung mitra Ukraina. Serta terus mengirim senjata dan peralatan, agar mereka mampu mempertahankan diri," kata Biden seperti dilansir Reuters, Kamis (2/6).

Rencana pengiriman bantuan militer itu disampaikan Biden, setelah AS menerima jaminan dari Kiev, bahwa mereka tidak akan menggunakan peralatan militer tersebut, untuk mencapai target di dalam wilayah Rusia.

Berita Terkait : Dirjen Otda: Penunjukan Penjabat Gubernur DKI Sama Seperti Provinsi Lain

Syarat itu diberlakukan Biden, demi menghindari eskalasi perang Ukraina.

"Ukraina telah memberi kami jaminan, bahwa mereka tidak akan menggunakan sistem ini untuk menyerang target di wilayah Rusia," ujar Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Sudah Konsekuensi

Soal kekhawatiran Rusia, yang menyebut pengiriman bantuan senjata ke Ukraina akan meningkatkan eskalasi perang, Blinken menyampaikan penjelasan.

Berita Terkait : Pencak Silat Sabet Emas, Puan Ucapkan Selamat Kepada Tim Indonesia Dan Prabowo

Menurutnya, Presiden Biden telah memaparkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, tentang konsekuensi invasi Rusia ke Ukraina, yang dilancarkan sejak 24 Februari lalu. 

Salah satunya, AS akan mengirim bantuan keamanan ke Ukraina.

“Tidak ada yang menyembunyikan bola. Ini sudah jelas sejak hari pertama. Presiden Biden, bahkan mengkomunikasikannya langsung kepada Presiden Putin. Jadi, kami telah melakukan persis seperti yang kami katakan. Itulah yang kami lakukan," jelas Blinken.

"Kami ingin memastikan bahwa Ukraina memiliki peralatan, untuk mendorong kembali agresi Rusia. Sehingga, bisa memiliki posisi kuat di meja perundingan," tegasnya. ■