Dark/Light Mode

Politisi Kubu PM Modi Dituding Hina Nabi Muhammad

Hubungan India Dan Dunia Islam Tegang

Rabu, 8 Juni 2022 08:05 WIB
Masyarakat Muslim India menggelar protes atas pernyataan  dua pejabat partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata  (BJP) yang dinilai menghina Nabi Muhammad, di Mumbai, India, Senin, 6 Juni  2022. (Foto AP/Rafiq Maqbool)
Masyarakat Muslim India menggelar protes atas pernyataan dua pejabat partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dinilai menghina Nabi Muhammad, di Mumbai, India, Senin, 6 Juni 2022. (Foto AP/Rafiq Maqbool)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan India dengan sejumlah negara Islam mengalami ketegangan, setelah politisi kubu Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melontarkan pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

India menerima kecaman keras dari negara-negara Islam maupun yang berpenduduk mayoritas Muslim, setelah ucapan dua pejabat senior dari partai yang berkuasa, partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP).

Baca juga : India Banjir Kecaman

Napur Sharma, yang merupakan Juru Bicara BJP mengeluarkan pernyataannya dalam debat yang disiarkan televisi bulan lalu. Kemudian Naveen Jindal, yang merupakan kepala media BJP di New Delhi, mengunggah cuitan tentang hal yang sama.

Rakyat Merdeka tidak akan mengulangi pernyataan Sharma, karena bersifat menyinggung. Namun kedua pejabat itu telah meminta maaf kepada publik. BJP pun menegaskan sudah menskors Sharma dan mengeluarkan Jindal.

Baca juga : PBNU Apresiasi Puan Maharani Dukung Museum Nabi Muhammad Di Indonesia

“BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama apa pun dari agama apa pun. BJP juga menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP tidak mempromosikan orang atau filosofi seperti itu,” pernyataan BJP.

Sharma juga telah mencabut pernyataannya. “Saya tidak pernah bermaksud menyakiti perasaan siapa pun,” katanya. 

Baca juga : Habis Mudik, Gus Halim Minta Anak Buahnya Gaungkan Desa Wisata Dan Produk Unggulan Desa

Sharma juga menyeru media India dan masyarakat umum, agar tidak mempublikasikan detail pidatonya, yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

“Saya minta untuk tidak mempublikasikan pernyataan saya, karena ada ancaman keamanan bagi saya dan keluarga,” katanya, seraya menambahkan bahwa dirinya juga mendapat ancaman perkosaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.