Dark/Light Mode

Cuap-cuap Soal Malaysia Kudu Klaim Kepri

DR M Cuma Bernostalgia

Kamis, 23 Juni 2022 08:05 WIB
Mahathir Mohamad (tengah) memberikan kuliah umum pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jumat, 17 Juni 2022. (Foto Antara/Galih Pradipta/WSJ)
Mahathir Mohamad (tengah) memberikan kuliah umum pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jumat, 17 Juni 2022. (Foto Antara/Galih Pradipta/WSJ)

 Sebelumnya 
Ia kemudian menyinggung Sipadan dan Ligitan di Kalimantan yang dimenangkan Malaysia dari Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ). Ia juga menyinggung bagaimana Malaysia menuntut Pulau Batu Puteh (Pedra Branca) dari Singapura. Seharusnya, kata dia, Malaysia tidak hanya menuntut agar Pulau Batu Puteh, dikembalikan kepada Malaysia.

“Kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu,” tambahnya, disambut tepuk tangan para hadirin.

Selain Kemlu, Kantor Staf Presiden (KSP) juga angkat bicara soal pernyataan Mahathir. Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani menegaskan, Kepulauan Riau adalah milik Indonesia yang sah. Penentuan pun sudah sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Di Depan Biden, Jokowi Berani Tampil Di Tengah

Namun Ketua Bidang Hubungan Internasional DPP NasDem, Martin Manurung menengahi, Mahathir hanya sedang bernostalgia pada masa lalu sebelum Malaysia terbentuk.

“Kalau saya baca, dengar pernyataan beliau, itu kan bicara masa lalu,” ucapnya, kemarin.

Menurut Martin, saat berbicara di Rakernas NasDem, pekan lalu, Mahathir juga sempat berbicara tentang hal serupa. Saat itu, Mahathir mengakui wilayah-wilayah kedaulatan Indonesia.

Baca juga : AHM Ajak Kartini Masa Kini Peduli Keselamatan Berkendara

“Memang, kalau bicara rumpun, itu serumpun, tapi kan sekarang sudah milik Indonesia,” sebutnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad juga berkomentar. Asar menyindir Mahathir dengan meminta kembali mempelajari mengenai kedaulatan negara. Menurutnya, sekelas mantan pemimpin negara seperti Mahathir, seharusnya mengerti mengenai kedaulatan sebuah negara.

“Hingga kapan pun, Kepri tetap merupakan bagian Indonesia,” tegasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.