Dewan Pers

Dark/Light Mode

Seniman Jabar Promosikan Angklung Untuk Penyandang Disabilitas Di Jepang

Senin, 4 Juli 2022 21:20 WIB
Elemen inklusifitas menjadi unsur penting dari promosi seni dan budaya Indonesia di Jepang.
Elemen inklusifitas menjadi unsur penting dari promosi seni dan budaya Indonesia di Jepang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Repubik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menyampaikan dukungan penuh upaya promosi angklung oleh seniman angklung asal Bandung, Jawa Barat, Ardian Sumarwan.

“Upaya yang dilakukan Ardian Sumarwan ini patut kita apresiasi dan dukung penuh. Elemen inklusifitas menjadi unsur penting dari promosi seni dan budaya Indonesia di Jepang. Mereka menjadi salah satu dari sedikit seniman Indonesia yang berinovasi untuk memastikan semua orang dapat menikmati kesenian Indonesia, khususnya angklung,” tegas Heri.

Metode memaikan angklung bagi penyandang disabilitas yang diajarkan oleh Ardian Sumarwan ini menggunakan lampu sebagai penanda nomor angklung atau nada yang dimainkan, sehingga memungkinkan para penyandang tuna rungu untuk mengikuti nada dan memainkan angklung.

Berita Terkait : DPR: Pengesahan RUU 5 Provinsi Untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Sebagai bentuk dukungan konkret KBRI Tokyo, Dubes Heri mengundang Ardian Sumarwan yang akrab dipanggil Kang Ari untuk hadir dipertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati dan Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum di Wisma Indonesia Tokyo, pada Minggu (3/7).

“Saya menggandeng Ibu Nicke, Pak UU dan Kang Ari untuk bersama mendiskusikan promosi seni dan budaya Jawa Barat di Jepang. Semoga ini menjadi awal sinergi BUMN, Pemerintah Daerah dan pelaku budaya untuk semakin mengekspos keindahan seni dan budaya Jawa Barat, di negeri sakura,” terang Heri. 

Ardian Sumarwan, seniman angklung asal Bandung, Jawa Barat mengajarkan cara memainkan angklung untuk penyandang disabilitas di depan 250 dosen dan siswa jurusan seni musik di Universitas Gifu dan Universitas Chubu, Jepang, pada 29 Juni 2022.

Berita Terkait : Sukur Dampingi Mensos, Berikan Kursi Roda Ke Penyandang Disabilitas

Metode unik ini mendapat perhatian dari kalangan seni musik Jepang karena sifatnya yang inklusif, di mana para penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu tetap dapat menikmati dan memainkan angklung dengan cara khusus.

Kang Ari menjelaskan, bahwa tujuannya ke Jepang ini untuk menyebarluaskan metode pembelajar seni musik bagi penyandang disabilitas kepada para pengajar seni musik di Jepang.

“Misi saya ke Jepang ini adalah memperkenalkan angklung kepada masyarakat Jepang, khususnya mahasiswa seni musik dan mahasiswa fakultas Luar Biasa di Universitas Gifu dan Universitas Chubu dengan memberikan metode pembelajar seni musik bagi penyandang disabilitas” ujarnya.

Berita Terkait : Regional Jawa Buktikan Ada Cadangan Migas Baru Di WK PHE ONWJ

Dengan terjalinnya hubungan baik antara Indonesia dan Jepang melalui Universitas Gifu dan Universitas Chubu, Ia berharap dapat merealisasikan rencana penyelenggaraan konser akbar siswa penyandang disabilitas di Provinsi Gifu. 

“Ke depan saya ingin menyebarkan pembelajaran  Angklung di seluruh Sekolah Luar Biasa di Jepang, dengan menggunakan metode khusus bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.■