Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Keputusannya diambil setelah puluhan ribu orang menggelar protes besar-besaran di Sri Lanka, Sabtu (9/7). Mereka menerobos barikade Kediaman Presiden dan Sekretariat untuk melampiaskan kemarahan.
Mereka marah terhadap para pemimpin yang dianggap bertanggung jawab atas krisis ekonomi terburuk yang melanda negara itu dalam 70 tahun terakhir.
Baca juga : Massa Duduki Kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa
Rajapaksa telah dipindahkan ke tempat yang aman, Jumat (8/7), sebelum masa menyerbu Kediaman Presiden. Selain berunjuk rasa, demonstran yang ada di sana berenang di kolam taman dengan gembira.
Untuk mengatasi krisis ekonominya Sri Lanka membutuhkan sekitar 3,3 miliar dolar AS untuk impor bahan bakar, 900 juta dolar AS untuk makanan, 250 juta dolar AS untuk gas masak, dan 600 juta dolar untuk pupuk sepanjang tahun ini.
Baca juga : OJK Minta Pelaku Usaha Jasa Keuangan Perkuat Perlindungan Konsumen
Sri Lanka sedang merundingkan paket pinjaman senilai sekitar 3 miliar dolar AS dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai tambahan. Sri Lanka juga masih melobi negara-negara seperti China, India, dan Jepang untuk bisa mendapatkan bantuan. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya