Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Keputusannya diambil setelah puluhan ribu orang menggelar protes besar-besaran di Sri Lanka, Sabtu (9/7). Mereka menerobos barikade Kediaman Presiden dan Sekretariat untuk melampiaskan kemarahan.
Mereka marah terhadap para pemimpin yang dianggap bertanggung jawab atas krisis ekonomi terburuk yang melanda negara itu dalam 70 tahun terakhir.
Baca juga : Massa Duduki Kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa
Rajapaksa telah dipindahkan ke tempat yang aman, Jumat (8/7), sebelum masa menyerbu Kediaman Presiden. Selain berunjuk rasa, demonstran yang ada di sana berenang di kolam taman dengan gembira.
Untuk mengatasi krisis ekonominya Sri Lanka membutuhkan sekitar 3,3 miliar dolar AS untuk impor bahan bakar, 900 juta dolar AS untuk makanan, 250 juta dolar AS untuk gas masak, dan 600 juta dolar untuk pupuk sepanjang tahun ini.
Baca juga : OJK Minta Pelaku Usaha Jasa Keuangan Perkuat Perlindungan Konsumen
Sri Lanka sedang merundingkan paket pinjaman senilai sekitar 3 miliar dolar AS dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai tambahan. Sri Lanka juga masih melobi negara-negara seperti China, India, dan Jepang untuk bisa mendapatkan bantuan. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya