Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kunjungi Timur Tengah
Iran Tuding Biden Sebar Iranofobia
Selasa, 19 Juli 2022 08:05 WIB
Sebelumnya
Secara terpisah, PM Israel Yair Lapid mengatakan, kunjungan Biden juga memperkuat dan mengembangkan upaya bersama Israel-AS menangkal ancaman serangan Iran.
Iran diketahui telah melakukan pengayaan hingga 60 persen. Ini jauh di atas batasan 3,67 persen yang diatur dalam kesepakatan nuklir pada 2015 antara Teheran dengan negara-negara kekuatan dunia, termasuk AS. Uranium yang diperkaya hingga 90 persen berpotensi untuk bahan bom nuklir.
Baca juga : Kampus Kudu Bikin Riset Inovasi Alkes
Dilansir Reuters, Senin (18/7), penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Kamal Kharrazi, mengklaim bahwa Iran secara teknis mampu membuat sebuah bom nuklir. Meski demikian, mereka belum memutuskan merealisasikan klaim tersebut.
Menurut Kharrazi, bisa saja Iran mengikuti kesepakatan nuklir tersebut. Namun syaratnya, jika AS mencabut sanksi-sanksi dan kembali bergabung dalam kesepakatan itu.
Baca juga : Sandiaga Uno Ditantang Bikin Sambal Buruak Khas Minang
Biden sebelumnya menyatakan, tidak bisa menjanjikan hal itu, dengan alasan: kesepakatan nuklir bukan perjanjian yang mengikat secara hukum.
Pada 2018, mantan Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan nuklir itu. Merespons keputusan AS, Teheran pun mulai melanggar pembatasan-pembatasan nuklir yang diatur kesepakatan tersebut.
Baca juga : OSO: HKTI Wajib Tingkatkan Peran Perjuangkan Kehidupan Petani
Kharrazi menegaskan, Iran tidak akan pernah merundingkan program rudal balistik dan kebijakan regionalnya, seperti yang dituntut negara-negara Barat dan sekutu mereka di Timur Tengah. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya