Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringati 45 Tahun Kerja Sama

ASEAN-UE Gelar Pameran Pendidikan Virtual

Senin, 8 Agustus 2022 06:59 WIB
Dubes Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans. (Foto Share ASEAN)
Dubes Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans. (Foto Share ASEAN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan 45 tahun hubungan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan Uni Eropa (UE) ditandai dengan pameran pendidikan ASEAN-EU Higher Education Fair 2022 (AEHEF).

Acara ini digelar secara daring pada Sabtu (6/8), sehingga siapa pun dapat mengikutinya untuk mendapatkan informasi seputar perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri, serta informasi seputar beasiswa.

AEHEF 2022 menyoroti kekuatan bersama ASEAN dan Uni Eropa, yaitu kekayaan dalam keragaman. Para pengunjung acara akan mendapatkan manfaat dari keunggulan akademik, program pendidikan, beasiswa, dan peluang mobilitas di kedua kawasan.

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia di Departemen Masyarakat Sosial Budaya ASEAN, Rodora T Babaran menegaskan pentingnya internasionalisasi pendidikan tinggi.

Berita Terkait : Peringati Hari Hutan, Upaya Pelestarian Harus Dikedepankan

“Saya menyoroti peran penting internasionalisasi pendidikan tinggi dalam mengembangkan dan beradaptasi, tangguh dan menyediakan sumber daya manusia siap masa depan,” ujarnya.

Uni Eropa mendukung pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Program berbagi Uni Eropa menandakan komitmen abadi Uni Eropa untuk mendukung ASEAN, dalam mewujudkan ruang pendidikan tinggi regional, yang ditandai peningkatan tingkat internasionalisasi, harmonisasi, inovasi dan kemitraan.

Ridora menambahkan, pekan lalu, program berbagi Uni Eropa bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN dan mitra di kawasan itu mengadakan dialog kebijakan yang memungkinkan pertukaran wawasan dan pengalaman di antara para pakar dan pemangku kepentingan di pendidikan tinggi.

Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk ASEAN, Igor Driesmans menambahkan, 2022 sangat istimewa. Karena Komisi Eropa menetapkan 2022 sebagai Tahun Pemuda Eropa. Di tahun ini, juga diperingati 35 tahun program Erasmus (program pendidikan tinggi yang didanai Uni Eropa) dan 45 tahun Hubungan Dialog Uni Eropa-ASEAN.

Berita Terkait : Kejagung Siap Gelar Sidang In Absentia...

“Pendidikan tinggi dan mahasiswa selalu menjadi elemen penting dalam hubungan kami dengan ASEAN. Mereka berperan penting di masa depan kedua wilayah kita. Melalui pameran pendidikan tinggi virtual ini, kami dapat menyebarkan berita tentang peluang studi Uni Eropa dan ASEAN ke lebih banyak siswa dan akademisi dari seluruh ASEAN,” imbuh Driesmans.

Karena itu, pameran pendidikan ini menampilkan lebih dari 120 universitas terkemuka dari Asia Tenggara dan Eropa. Terdapat pula beragam program akademik seperti ASEAN University Networks (AUN), Erasmus+, EURAXESS ASEAN, Global Campus of Human Rights Asia Pacific (APMA) dan SHARE.

Pameran pendidikan tinggi ini berlangsung Sabtu (6/8) pukul 09.30-18.00 WIB. Ada beberapa universitas ternama yang bergabung. Seperti Ecole Ferrieres-Hospitality, Gastronomy, and Luxury (Prancis), Institut Teknologi Bandung (Indonesia), National University of Singapore (NUS), University of Groningen (Belanda), University College Dublin, University of Sopron, University of Latvia dan Vietnam National University Ho Chi Minh City (VNUHCM).

Tidak hanya itu, acara yang berlangsung secara virtual ini juga mengadakan 18 webinar dan presentasi dari negara-negara.

Berita Terkait : Perindo Lantik Redi Nusantara Jadi Ketua Bidang Perdagangan Dan Perindustrian

Bagi yang tertarik melanjutkan pendidikan ke Benua Biru, peserta dapat mengecek halaman education.ec.europa.eu untuk melihat kampus-kampus yang bergabung dalam acara tersebut. Juga pada laman http:// eeas.europa.eu/asean untuk mengetahui kerja sama ASEAN dengan UE.

Sejak 2014, lebih dari 5.500 mahasiswa dan staf dari berbabai universitas di ASEAN telah menerima beasiswa Erasmus Plus untuk melanjutkan studi jangka pendek dan mengajar di universitas-universitas Eropa. Sebaliknya, hampir 3.000 siswa dan staf Eropa telah mengambil studi dan pengajaran jangka pendek di ASEAN.■