Dark/Light Mode

Kolaborasi Budaya Dua Negara

Bertemu Di Bosnia, Tampil Di Indonesia

Sabtu, 17 September 2022 07:09 WIB
Raffid Subasic (tengah) dan Tri Retno Kawuri (kanan), saat tampil berkolaborasi bersama Dimas Phetorant (kiri) di Cemara 6 Galeri-Museum, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2022) sore. [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id]
Raffid Subasic (tengah) dan Tri Retno Kawuri (kanan), saat tampil berkolaborasi bersama Dimas Phetorant (kiri) di Cemara 6 Galeri-Museum, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2022) sore. [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id]

 Sebelumnya 
Daff atau drum bingkai Timur Tengah (mirip rebana, dengan lingkar yang lebih besar), menurut rhythmitica.com --milik akademi musik dunia di Toronto, Kanada, adalah salah satu alat musik tertua yang berumur lebih dari 3.000 tahun, dibuktikan dengan banyaknya prasasti di seluruh dunia yang menunjukkan hal ini.

Sementara handpan atau juga dikenal dengan hang drum adalah alat musik tabuh berbentuk mirip piringan UFO, dengan bunyi yang sangat unik, karena bisa menyerupai bunyi gong, lonceng, dan gamelan. Menurut infopublik.id Kementerian Komunikasi dan Informatika dan sylvainpasliermusic.com, alat musik ini diciptakan oleh dua orang asal Swiss, yaitu Felix Rohner dan Sabina Scharer pada tahun 2000.

Baca juga : Portugal Tertarik Berguru Badminton Dari Indonesia

Paduan apik dua budaya, Indonesia-Bosnia sore hingga petang itu benar-benar menampilkan kolaborasi budaya yang asyik dinikmati. Ditambah Dimas yang tampil mengenakan blankon Jawa, dan Retno yang mengenakan hijab dan balutan busana hijau dengan celana baggy lebar pengaruh Kesultanan Turki (Ottoman Empire), kian menguatkan singkronisasi perkawinan kultural ini.

Tak terkecuali Raffid, yang menonjol tampil dengan gaya khas pakaian tradisional pria Bosnia dan Herzegovina, berkemeja putih, celana baggy, rompi kecil, ikat pinggang merah lebar, topi fez, yang juga menggambarkan pengaruh kuat budaya era Kesultanan Dinasti Turki Utsmani. Mengingat kesultanan ini pernah berkuasa hingga ke wilayah Balkan dan Eropa Tengah sekitar abad ke-14 sampai abad ke- 16, menyebar hingga ke Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Yunani.

Baca juga : Transformasi Perpustakaan Bentuk Ekosistem Digital Nasional

Lembutnya suara Raffid yang berduet dengan Retno, tak terasa membawa para penikmat seni di Cemara 6 Galeri-Museum melewati empat lagu; Emina (sevdah), Sredinom (pop), Kada ja podjoh na Benbasu dan Kraj tanana sadrvana (sevdah). Lagu terakhir bahkan dibawakan Retno secara solo.

Semenjak awal hingga akhir, acara ini dipandu oleh Debra H Yatim, jurnalis senior, yang juga dikenal sebagai aktivis sosial. Dia juga dikenal aktif berkontribusi di bidang pemberdayaan perempuan, seni dan budaya, dan sangat erat dengan perkembangan beberapa LSM perempuan. Bahkan Debra merupakan salah satu pendiri Yayasan Kalyanamitra, salah satu LSM perempuan tertua di Indonesia.

Baca juga : Ketum IMI Dukung Touring Lintas Negara Ducati Official Club Indonesia

Di ujung acara, tak lupa Debra mengingatkan pengunjung untuk menikmati kuliner di pojok Cemara 6 Galeri-Museum. Termasuk kopi khas dari Bosnia-Herzegovina. [Muhammad Rusmadi]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.