Dark/Light Mode

84 Rudal Rusia Hancurkan Pasokan Energi Ukraina

Putin: Ini Adalah Balasan Atas Ledakan Di Jembatan Krimea

Senin, 10 Oktober 2022 23:16 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Net)
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rusia meluncurkan 84 rudal jelajah yang menyasar target di seluruh wilayah Ukraina, Senin (10/10). Info ini disampaikan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, dalam sebuah postingan Facebook. 

"Federasi Rusia telah menggunakan 84 rudal jelajah dan 24 drone (UAV), termasuk 13 drone Iran Shahid-136. Saat ini, 56 senjata Rusia yang terdiri dari 43 rudal jelajah dan 13 UAV, termasuk 10 drone kamikaze telah hancur," demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip CNN International, Senin (10/10). 

Sementara Layanan Darurat Negara Ukraina (SES) mengatakan, fasilitas infrastruktur penting - terutama fasilitas pasokan energi - terdampak di Kiev dan delapan wilayah dan lainnya. Sehingga, memicu lebih dari 30 kebakaran.

Baca juga : Kepala BP2MI: Tidak Ada Olahraga Yang Layak Dibayar Nyawa

Pasokan listrik di seluruh wilayah Ukraina terganggu. Terutama, di empat wilayah seperti Lviv, Poltava, Sumy, dan Ternopil.

"Akibat serangan teroris itu, 11 orang tewas dan 64 luka-luka," beber SES. 

Terkait hal tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, serangan rudal itu dikirim sebagai balasan atas ledakan di jembatan Kerch, yang menghubungkan Rusia dan Krimea, pada Sabtu (8/10) lalu. 

Baca juga : Prof. Tjandra Minta Publik Tunggu Hasil Analisis Mendalam, Terkait Kematian Korban

Putin menyebut, dalang di balik peristiwa ledakan tersebut adalah Dinas Rahasia Ukraina. 

Di lain pihak, Badan Intelijen Pertahanan Ukraina mengatakan, Moskow telah merencanakan serangan rudal besar-besaran di Ukraina, sejak awal pekan lalu.

Mereka menyebut, unit militer Rusia telah menerima instruksi dari Kremlin untuk menyiapkan serangan rudal besar-besaran terhadap infrastruktur sipil Ukraina pada tanggal 2 dan 3 Oktober.

Baca juga : Kepala Badan Otorita IKN Datangi Korsel

"Fasilitas infrastruktur sipil kritis dan distrik pusat kota-kota Ukraina yang padat penduduk, diidentifikasi sebagai target," demikian pernyataan Badan Intelijen Pertahanan Ukraina.

Sementara Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, klaim Moskow tentang serangan jembatan Kerch adalah omong kosong.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.