Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gara-gara Kebakaran Apartemen Makan Korban
Protes Lockdown Di China Meluas
Senin, 28 November 2022 07:06 WIB
Sebelumnya
Salah seorang pengunjuk rasa bernama Zhao mengatakan, salah satu temannya dipukuli polisi dan dua temannya disemprot merica. Zhao mengatakan, polisi kemudian menganiayanya, saat mencoba menghentikan aparat membawa temannya pergi. Dia kehilangan sepatu dan pergi tanpa alas kaki.
Baca juga : Harita Group Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur
Dalam aksi itu, pengunjuk rasa meneriakkan protes terhadap Pemerintah. Termasuk meminta Presiden China Xi Jinping dan Partai Komunis mundur. Mereka meminta lockdown di Xinjiang dicabut.
Baca juga : Tim SAR Kembali Temukan 4 Jenazah Korban Gempa Cianjur
“Kami tidak ingin ada tes PCR. Kami ingin demokrasi dan kebebasan pers,” teriak para pengunjuk rasa.
Baca juga : Berdikari Salurkan Bantuan Makanan Untuk Korban Gempa Cianjur
Aksi protes juga terjadi di Xinjiang. Di wilayah itu, mayoritas pengunjuk rasa berasal dari etnis Han. Etnis itu memang berasal dari wilayah tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya