Dark/Light Mode

Covid Kembali Menggila Di Negeri Tirai Bambu

RS Beijing Keteteran, Mayat Antre Dikremasi

Senin, 19 Desember 2022 06:10 WIB
Kesibukan terlihat di sejumlah krematoriun di Beijing, China, Sabtu, 17 
Desember 2022. Pekerja dengan pakaian pelindung diri memindahkan peti mati 
di luar krematorium di rumah duka, di tengah melonjaknya kasus Covid-19.
Kesibukan terlihat di sejumlah krematoriun di Beijing, China, Sabtu, 17 Desember 2022. Pekerja dengan pakaian pelindung diri memindahkan peti mati di luar krematorium di rumah duka, di tengah melonjaknya kasus Covid-19.

 Sebelumnya 
Dalam beberapa hari terakhir, Beijing dihantam penyebaran varian Omicron yang menular dengan amat cepat. Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan, kasus infeksi Covid-19 di China akan kembali meningkat seiring pelonggaran pembatasan.

Direktur IHME Christopher Murray mengatakan, kasus penularan Covid-19 di China akan mencapai puncaknya sekitar April tahun depan. Angka kematian akibat Covid diprediksi akan mencapai 322.000 orang dan sekitar sepertiga populasi China akan tertular pada saat itu.

Baca juga : Kemendagri Siapkan Strategi Bangun Budaya Antikorupsi

Lonjakan angka kematian bakal menguji langkah otoritas China yang bulan ini beralih dari protokol lockdown, larangan perjalanan, dan tes Covid-19 tanpa henti. B F. 7 disebut menjadi subvarian Omicron baru di balik lonjakan kasus Covid-19 China. Pasalnya, subvarian ini menyebar luas terutama di Beijing.

Dikutip dari Medical Xpress, BF.7, merupakan singkatan dari BA.5.2.1.7, yang masih turunan dari varian Omicron BA.5. Laporan dari China menunjukkan, BF.7 memiliki kemampuan infeksi terkuat dari subvarian Omicron di negara tersebut. Selain itu, BF.7 lebih cepat menular daripada varian lain, memiliki masa inkubasi lebih pendek, dan dengan kemampuan lebih besar untuk menulari orang yang pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya.

Baca juga : Cabuli 4 Pasien Pria Di Selandia Baru, Dokter Asal Malaysia Dideportasi

BF.7 juga bisa menyerang mereka yang sudah divaksinasi Covid-19, meskipun gejalanya terbilang ringan. Bahkan, dalam hal kecepatan penularan, satu orang yang terinfeksi Covid-19 Omicron BF.7 bisa menularkan virus ke 10 hingga 18 orang lainnya.

Tingkat penularan BF.7 yang tinggi, karena penyebaran tersembunyi dengan banyaknya orang terpapar tanpa gejala, menyebabkan kesulitan signifikan dalam mengendalikan wabah Covid tersebut.

Baca juga : Jadi Korban Penganiayaan Di Yogya, Bryan Yoga Babak Belur, Perut Terluka

Gejala infeksi BF.7 serupa dengan subvarian Omicron lainnya, meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan. Namun sebagian kecil orang juga dapat mengalami gejala gastrointestinal seperti muntah dan diare. BF.7 mungkin menyebabkan penyakit yang lebih serius pada orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.