Dark/Light Mode

Hadiri Outlook Forum 2023

Anies dan Yenny Wahid Bahas Reformasi Indonesia di Singapura

Kamis, 12 Januari 2023 12:30 WIB
Eks Gubernur DKI, Anies Baswedan bersama Yenny Wahid jadi pembicara dalam Panel Discussion of ISEAS Yusof Ishak – Regional Outlook Forum 2023 di Singapura, Selasa, (11/1)(Foto: Instagram Anies Baswedan)
Eks Gubernur DKI, Anies Baswedan bersama Yenny Wahid jadi pembicara dalam Panel Discussion of ISEAS Yusof Ishak – Regional Outlook Forum 2023 di Singapura, Selasa, (11/1)(Foto: Instagram Anies Baswedan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan bersama Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid jadi pembicara dalam Panel Discussion of ISEAS Yusof Ishak – Regional Outlook Forum 2023 di Singapura, Selasa (11/1).

“Sebuah kehormatan dapat berpartisipasi sebagai pembicara dalam Panel Discussion of ISEAS Yusof Ishak – Regional Outlook Forum 2023 bersama Yenny Wahid di Singapura,” tulis Anies di akun Instagram pribadinya.

Dalam pertemuan itu, Anies menyatakan, dibahas berbagai tema lintas negara terkait outlook politik negara-negara di Asia Tenggara.

Baca juga : BPS Sebut Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia Sangat Memuaskan

“Kali ini, kami diundang untuk membicarakan Reformasi di Indonesia,” ujar Anies.

Capres dari Partai NasDem mengatakan, tahun ini Indonesia akan memperingati 25 tahun gerakan Reformasi sejak tahun 1998, yang menandai berakhirnya rezim otoriter dan dimulainya sistem demokrasi baru.

“Momen ini memantik ingatan bangsa Indonesia pada 6 agenda Reformasi. Di antaranya amandemen UUD 1945 yang menerapkan pembatasan masa jabatan pemimpin negara, otonomi daerah seluas-luasnya, dan penegakkan supremasi hukum. Dengan segala pandangan politik yang ada saat ini, perlu dilakukan upaya dan diskusi mengenai bagaimana cara kita mengenal, memahami, dan memperbaiki hal yang menjadi isu-isu persatuan di negara,” katanya.

Baca juga : Di Forum PBB, Menteri Siti Sampaikan Langkah Indonesia Kelola Air Tanah

Sementara itu, Yenny Wahid membahas berbagai subjek, mulai dari implikasi dan dampak hukum bisnis yang baru diperkenalkan dan hukum pidana, pengambilan KTT G20, hingga tantangan politik domestik yang ada di Indonesia.

Bahkan, aktivis Nahdlatul Ulama. ini membahas beberapa tren dasar yang mempengaruhi Pemilu 2024 mendatang. 

Diketahui, Panel ini dimoderatori oleh Dr Hui Yew-Foong, Visiting Senior Partner and Coordinator, Indonesia Studies Programme, ISEAS Yusof Ishak Institute. Adapun negara yang hadir antara lain, Singapura, Malaysia, Myanmar, Thailand, New Delhi, Amerika, USA dan Tiongkok.■

Baca juga : RUU KUHP Jadi Titik Awal Reformasi Pidana Di Indonesia, Ini Alasannya...


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.