Dark/Light Mode

Forum FPCI Soal Keketuaan ASEAN 2023

Indonesia Didorong Cari Solusi Perdamaian Myanmar

Kamis, 2 Februari 2023 19:17 WIB
Acara diskusi yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia. (Foto RM)
Acara diskusi yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia. (Foto RM)

 Sebelumnya 
Dua tahun lalu, tepatnya 1 Februari 2021, militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi. Pihak militer sampai saat ini masih tidak mau melepas kekuasaan meskipun menerima kecaman internasional.

ASEAN telah berusaha membantu menyelesaikan masalah Myanmar dengan mengusulkan Konsensus Lima Poin (5PC). Hal itu sesuai dengan mandat para pemimpin ASEAN, yang menyepakati konsensus tersebut pada April 2021.

Baca juga : Doakan Keketuaan ASEAN Indonesia Mendulang Sukses

Namun dalam perjalanannya, Myanmar belum menunjukkan kemajuan dalam implementasi 5PC. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menekankan, masalah Myanmar masih akan menjadi konsentrasi pembahasan Perhimpunan Bangsa-Bagsa Asia Tenggara (ASEAN) di masa Keketuaan Indonesia untuk ASEAN 2023.

Meski demikian, isu ini tidak akan menjadi sandungan proses pembangunan ASEAN. Fokus tahun ini adalah membangun komunitas ASEAN.

Baca juga : Pimpin Negara ASEAN, Indonesia Ciptakan Solusi Positif bagi Dunia

“Tentunya kewajiban kita membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya, tetapi kita tidak ingin isu Myanmar ini menyandera semua proses yang sedang berjalan di ASEAN. Kita ingin memastikan proses ini berjalan terus,” kata Retno usai usai acara “Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023” di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/1).

"Kami ingin implementasi 5PC ini menjadi mekanisme utama dari ASEAN untuk berkontribusi dalam membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya. Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada kemajuan signifikan," tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.