Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Australia diperkirakan akan membeli lima kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia milik Amerika Serikat (AS) pada tahun 2030-an. Langkah yang bikin kawasan tak kondusif ini merupakan bagian dari pakta keamanan Pasifik AUKUS yang terdiri dari Australia, Inggris (UK) dan AS (US).
Pejabat AS yang tidak mau namanya disebut mengatakan kepada Reuters, setidaknya satu kapal selam AS akan mengunjungi pelabuhan Australia dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga : Darmadi: Kenapa Belum Ada Putusan?
Pejabat AS itu menambahkan, negaranya akan mengerahkan beberapa kapal selam di Australia Barat sekitar tahun 2027. Pada awal 2030-an, Australia akan membeli tiga kapal selam kelas Virginia dan memiliki opsi untuk membeli dua kapal selam lagi.
Australia telah memiliki armada enam kapal selam kelas Collins bertenaga konvensional, yang akan diperpanjang masa pakainya hingga 2036. Kapal selam nuklir dapat bertahan di bawah air lebih lama daripada kapal selam konvensional dan lebih sulit dideteksi.
Baca juga : Legenda Dunia Kasih Ucapan Selamat Ke Erick Thohir
Gedung Putih menolak mengkonfirmasi rincian pembelian kapal selam itu. Kedutaan Besar Australia di Washington DC, tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.
Serupa, Kedutaan Besar Inggris di Washington DC juga ogah berkomentar langsung mengenai pemberitaan Reuters tersebut. Tetapi Kedutaan Besar Inggris mengulangi pengumuman, Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese akan bertemu Presiden AS Joe Biden dan PM Inggris Rishi Sunak di San Diego, AS, Senin (13/3) mendatang.
Baca juga : Panglima Dapat Gelar Ksatria Padma Dharma Utama, Bamsoet Beri Apresiasi
Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Richard Marles mengatakan, pertemuan ketiga pemimpin itu untuk memetakan jalan terkait rencana Australia mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir. Menurut Marles, kapal selam nuklir yang mereka inginkan, sudah pasti memiliki kemampuan beroperasi dalam perang.
“Tapi maksud sebenarnya kemampuan ini adalah untuk memberikan stabilitas dan perdamaian di kawasan kita,” kata Marles kepada parlemen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya