Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Aliansi AUKUS sempat membuat tegang hubungan Australia-Prancis. Pasalnya, Australia membatalkan kontrak pembelian kapal selam secara sepihak pada Prancis.
Di saat yang sama, AUKUS juga ditentang beberapa negara. Termasuk oleh China. Namun, lanjut Marles, AUKUS akan memberi Australia teknologi dan kemampuan untuk mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir. Terlebih di tengah meningkatnya pembangunan militer China di kawasan Indo-Pasifik.
Indonesia sempat khawatir terhadap AUKUS. Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan resminya yang dirilis, Jumat, 17 September 2021, menyampaikan keprihatinan atas rencana negara tetangga untuk membangun armada kapal selam bertenaga nuklir itu. Karena ini menunjukkan berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan.
Baca juga : Darmadi: Kenapa Belum Ada Putusan?
“Indonesia menekankan pentingnya komitmen Australia untuk terus memenuhi kewajibannya mengenai non-proliferasi nuklir,” kata Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam pertemuan di Canberra, bulan lalu, Indonesia mendesak Australia bersama-sama menjaga perdamaian Indo-Pasifik, di tengah bayang-bayang persaingan kekuatan besar seperti China dan AS.
Pada 9 Februari 2023, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi Canberra, untuk bertemu dengan mitra mereka dari Australia. Salah satu pembahasan mereka adalah dinamika kawasan, yang meliputi persaingan kekuatan besar, keamanan maritim, ASEAN, dan Pasifik.
Baca juga : Legenda Dunia Kasih Ucapan Selamat Ke Erick Thohir
“Indonesia sangat khawatir terhadap meningkatnya rivalitas di kawasan. Jika tidak dikelola dengan baik, rivalitas tersebut dapat menjadi konflik,” kata Retno, dalam pernyataan video.
Meski tidak secara eksplisit menjelaskan negara mana yang tengah bersaing. AUKUS yang merupakan pakta keamanan Pasifik, pertama kali diumumkan pada September 2021, dipandang sebagai upaya untuk melawan kekuatan China di kawasan. Pakta itu dikecam Beijing.
Di bawah kesepakatan awal AUKUS, AS dan Inggris setuju untuk menyediakan teknologi dan kemampuan mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir kepada Australia.
Baca juga : Panglima Dapat Gelar Ksatria Padma Dharma Utama, Bamsoet Beri Apresiasi
Saat ini, tidak ada pihak yang menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), selain lima negara yang diakui oleh perjanjian itu, sebagai negara pemilik senjata. Yakni China, Prancis, Rusia, Inggris, dan AS yang memiliki kapal selam nuklir. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya