Dark/Light Mode

Perang Dagang Makin Sengit

Per 1 Oktober 2019, Trump Terapkan Tarif Ekstra 5 Persen Untuk Produk China

Sabtu, 24 Agustus 2019 16:48 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Babak baru perang tarif AS-China telah dimulai, menyusul pemberlakuan tarif tambahan 5 persen oleh Presiden AS Donald Trump, terhadap barang-barang asal China senilai 550 miliar dolar AS.

Hal tersebut diumumkan Trump di Twitter, beberapa jam setelah China meluncurkan tarif balasan atas barang-barang AS senilai 75 miliar dolar AS.

"Hubungan dagang yang tidak adil. China seharusnya tidak mengenakan tarif baru pada produk AS senilai 75 miliar dolar AS (bermotivasi politik!). Mulai 1 Oktober, AS akan menaikkan tarif pajak teehadap produk Tiongkok senilai 250 miliar dolar AS, sebesar lima persen. Dari semula 25 persen, menjadi 30 persen," cuit Trump melalui akun Twitter @realDonaldTrump, Jumat (23/8).

Baca juga : Fukuda Siap Ucapkan Selamat Untuk Ketiga Kalinya Kepada Jokowi

Kenaikan tarif yang diumumkan oleh Trump, setelah pasar tutup pada Jumat (23/8), diyakini meninggalkan potensi kerusakan yang lebih besar untuk minggu depan.

"Sedihnya, pemerintah telah memungkinkan China untuk melangkah lebih jauh dari perdagangan yang adil dan seimbang. Sehingga, menjadi beban besar bagi Wajib Pajak Amerika. Sebagai Presiden, saya tidak bisa lagi membiarkan hal ini terjadi terus-menerus. Dalam semangat mencapai perdagangan yang adil, kita harus berusaha menyeimbangkan ini," ujar Trump dalam kicauan sebelumnya.

Pada saat yang sama, Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif pada sisa produk China senilai 300 miliar dolar AS, dari semula 15 persen menjadi 10 persen. Tarif tersebut akan diberlakukan pada 1 September mendatang.

Baca juga : Jelang Liga 1 2019, Polri Diminta Pertimbangkan Dulu Izin Pertandingan

Namun, seperti dikutip Reuters, tarif sekitar setengah dari barang-barang tersebut telah ditunda hingga 15 Desember mendatang.

Terkait hal ini, Kantor Perwakilan Dagang AS akan melakukan periode komentar publik sebelum memberlakukan tarif 30% pada 1 Oktober.

Sementara itu, grup bisnis AS, sengit menanggapi kenaikan tarif baru tersebut. "Sulit merencanakan masa depan dalam jenis lingkungan ini. Pendekatan pemerintah jelas tidak berhasil, dan jawabannya bukanlah pengenaan pajak ekstra terhadap pebisnis dan konsumen Amerika. Bagaimana ini akan berakhir?" kata Wakil Presiden Senior untuk Federasi Eceran Nasional David French.

Baca juga : YBI Selamatkan Perajin Batik Dari Gempuran Produk China

Akhir pekan ini, Trump akan bertemu dengan para pemimpin ekonomi G7 dalam pertemuan puncak di Prancis. Isu soal ketegangan perdagangan, dipastikan menjadi salah satu topik diskusi terpanas. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.