Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Delegasi Trump Bilang, KTT G7 Cuma Bahas Isu Dangkal
Minggu, 25 Agustus 2019 10:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Delegasi pejabat Amerika Serikat (AS) yang ikut Donald Trump dalam KTT G7 di Biarritz, Prancis, mengaku kecewa dengan fokus pembahasan pertemuan akhir pekan kali ini. Pejabat AS yang enggan disebut namanya, menyebut isu yang diangkat terlalu dangkal dan tidak fokus.
"Mereka membahas isu dangkal seperti kebakaran hutan Amazon dan kesetaraan gender, ketimbang membahas isu perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi global," ungkap pejabat AS tersebut kepada New York Times, Sabtu (24/8).
Baca juga : Begini Cara Airlangga Cetak SDM Industri Unggul
Dia menyebut agenda G7 kali ini sengaja dibuat untuk membahas isu yang penting bagi tuan rumah, Presiden Prancis Emmanuel Macron. Delegasi AS lainnya juga mengeluhkan sikap panitia yang tidak koperatif selama proses pertemuan. Meski akhirnya ada juga waktu bagi AS untuk membahas masalah perdagangan di KTT G7.
Terkait hal ini, panitia membantah ada hal yang tidak sesuai dalam pertemuan G7. Mereka bilang, isu yang diangkat dibawa oleh masing-masing kepala negara. Termasuk, soal ekonomi global.
Baca juga : Kasihan, Posisi Prabowo Cuma Jadi Bahan Tebakan
Meski delegasinya merasa tidak puas, Trump mengaku senang dan puas bertemu dengan rekan-rekannya di G7. Dia bahkan mengatakan, diskusinya dengan Macron sangat baik dan "semua orang sangat akrab." [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya