Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kematian Mugabe, Eks Diktator Zimbabwe Jadi Trending Topic
Jumat, 6 September 2019 18:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Robert Mugabe, pemimpin pertama pasca kemerdekaan Zimbabwe, meninggal dunia di Singapura, Jumat (6/9). Dia mengembuskan napas terakhirnya di usia 95 tahun, setelah berjuang melawan kesehatannya yang kian memburuk. Kabar Mugabe meninggal telah dikonfirmasi pihak keluarga kepada BBC seperti dikutip Jumat (6/11). Namun, mereka enggan menginfokan detail penyakit yang diderita Mugabe kepada media.
Sebelumnya, Mugabe dikabarkan tidak dapat berjalan karena kondisi kesehatan yang buruk. Mugabe berada di Singapura untuk perawatan intensif atas penyakit yang dirahasiakan se- jak April lalu. Dia juga disebut telah men- jalani beberapa kali perjalanan medis ke Negeri Merlion itu menjelang akhir masa kekua- saannya. Tidak jelas apa penyakit yang diderita Mugabe. Pemerintah hanya mengatakan bahwa kondisinya semakin tidak fit akibat faktor usia.
Meninggalnya Mugabe juga menjadi perbincangan warga net. Di media sosial Twitter, tanda pagar RIP Mugabe (#RIPMugabe) berada di posisi kedua trending topic hingga Jumat petang. Tak kurang dari 52 ribu cuitan netizen menyampaikan isi hati mereka mengenai kabar duka ini. Maleka_Moroane mencuitkan “Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dikabarkan wafat di rumah sakit di Singapura. Dia adalah putra Afrika yang sebenarnya. #RipMugabe.”
Baca juga : Tahun Depan Nganggur, Bintangnya Risma Tergantung Jokowi
“Robert Mugabe mungkin bukan pemimpin terbaik di Afrika. Dia sudah dibutakan ketamakan dan harta. Layaknya pemimpin korup, dia masih meninggalkan pejabat korup. Namun, dia pernah berjuang untuk Zimbabwe. Hargai hal kecil itu.#RIPMugabe,” kicau netizen lainnya @DonaldKipkorir.
Sejak tahun-tahun terakhirnya memerintah, Mugabe diisukan mengalami beberapa gangguan kesehatan, mulai dari rusaknya daya penglihatan hingga terkena kanker. Tidak ada satupun yang dikonfirmasi Pemerintah Zimbabwe.
Mugabe pada 1964 dipenjara selama lebih dari satu dekade tanpa diadili, setelah mengkritik pemerintah wilayah yang dulunya disebut Rhodesia. Pada 1973, ketika masih di penjara, ia terpilih sebagai presiden Zimbabwe African National Union (Zanu), di mana ia menjadi anggota pendiri. Mugabe memenangkan pemilihan pertama Zimbabwe setelah kemerdekaan, menjadi perdana menteri pada 1980. Dia menghapuskan jabatan itu pada 1987, menjadi presiden sebagai gantinya.
Baca juga : #NyalakanLagi Internet Di Papua Jadi Trending Topic, Menteri Rudiantara Cuek
Tahun-tahun awal Mugabe dipuji karena memperluas akses kesehatan dan pendidikan bagi mayoritas kulit hitam. Tetapi program reformasi pertanahannya yang kontroversial memicu kejatuhan ekonomi dan tahun- tahun terakhirnya ditandai dengan korupsi. Ia digulingkan dalam kudeta militer pada November 2017. Kekuasaannya selama tiga dekade berakhir.
Kabar wafatnya Mugabe juga disampaikan penerusnya Emmerson Mnangagwa. “Dengan rasa belasungkawa, saya mengumumkan kematian bapak pendiri dan mantan Presiden Zimbabwe, Cde Robert Mugabe,” cuit Mnangagwa melalui Twitter.
“Kontribusinya bagi sejarah bangsa dan benua kita, tidak akan pernah dilupakan. Semoga jiwanya beristirahat dalam kedamaian abadi,” imbuhnya. Presiden Emmerson Mnangagwa menyatakan menyebut pemimpin Zimbabwe sejak 31 December 1987 hingga 21 November 2017 itu sebagai “bapak pendiri Zimbabwe” dan “ikon pembebasan” Afrika.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya